Sakura - Text Select

Friday, March 6, 2020

Ngentot Di Kamar Kost Brondong


KASIR4D - Cerita sex kali ini menceritakan ibu muda yang sudah mempunyai anak 4 yang selingkuh sama brondong akibat suaminya yang suka selingkuh juga. Ingin Tahu kelanjutanya ??? Yuuk langsung saja simak cerita dibawah ini Guys !!!

Aku adalah seorang ibu muda yang sudah mempunyai 4 anak dari perkawinanku dengan suamiku yang sebut saja Fitrah. Anak pertama berusia 10 tahun, anak kedua berusia 7 tahun dan anak yang ketiga baru berusia 5 tahun dan yang ke empat berusia 3 tahun. Diusiaku yang masih muda aku terlalu terburu buru untuk menambah keturunan.

Yah mau bagaimana lagi, karena selama perkawinanku selalu dipenuhi dengan lika-liku kehidupan yang memilukan. Aku dan suamiku selalu berbeda pendapat dan sering bertengkar. Dan lagi suamiku suka selingkuh karena memang kerjanya selalu jauh dari keluarga. Kerjanya berpindah-pindah dari kota satu ke kota yang lain, bahkan sampai luar pulau juga, Huuufffttt..   Togel Online

Suamiku ini benar-benar egois, seringkali dia ketahuan selingkuh dia selalu mengelak, padahal sudah jelas-jelas aku memergoki dari foto-foto maupun chatinganya yang lupa tidak dihapus di Hpnya.

Selama 5 tahun perkawinan aku selalu mengalah, dan aku selalu sabar. Tapi yang namanya sabar juga ada batasnya.

Aku memang sengaja tidak KB agar aku mendapat keturunan yang banyak, kenapa begitu??? Yah karena jika makin banyak anak kami, makin banyak kebutuhan kami, jadi secara tidak langsung dia tidak akan bisa berfoya-foya. Lagian kata orang-orang, seorang ayah memang akan tega meninggalkan istri, namun sesosok ayah tidak akan tega meninggalkan anak-anaknya.

Dan ternyata semua itu benar, pada awalnya ketika aku mepunyai anak pertama, setiap kali bertengkar dia selalu ingin menceraikanku, namun setelah aku mempunyai anak kedua dan ketiga dia tidak pernah mengatakan itu. Entah dia sudah sadar atau dia semakin pintar menyimpan rahasianya.

Tapi yasudahlah memang ini sudah jalan takdirku, yang penting aku harus berjuang mempertahankan perkawinanku demi anak-anakku. Biarkan suamiku mau selingkuh sesukanya jika tidak ketahuan denganku, aku sudah capek bertengkar denganya. Oh iya aku lupa memperkenalkan diri, sebut saja namaku Rika.

Sebagai seorang ibu muda aku masih menjaga tubuhku, memangsih aku ibu beranak 4, namun walaupun aku sudah beranak 4 namun aku masih menarik. Yah bisa dikatakan aku semok. Bayangin aja Braku saja sizenya 38B, montok nggak tuh. Aku mempunyai kulit yang bersih dan bibir yang menggemaskan. Itulah sekilas tentang kehidupanku.

Pada hari ini aku bercerita adalah tepat 8 tahun lebih 7 bulan usiaku pernikahanku. Akhir-akhir ini aku sering berhubungan dengan saudara jauhku yang bernama Syarif via What's App. Dimana usianya dibawahku 6 tahun. Dia orangnya ganteng dan pengertian sekali padaku. Entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa nyaman sekali dengan dia, dia bahkan setiap hari chating denganku karena suamiku sedang kerja Di Papua.

Sebagai seorang wanita yang sudah lama tidak mendapatkan perhatian tentunya aku sangat senang sekali mendapat perhatian seperti itu. Sejak aku mepunyai anak pertama, suamiku sudah berubah total dia pasif sekali denganku. Aku senang aku mendapatkan perhatian seperti ini dari sosok lelaki walaupun dia bukan suamiku.

Selama 3 bulan aku sudah berkomunikasi dengan Syarif. Karena seringnya berhubungan via telfon maupun chating lama-lama kamipun merasa nyaman. Pada akhirnya kamipun memutuskan untuk bertemu. Pada pagi itu aku selesaikan semua pekerjaanku, dari mencuci baju, masak dan memandiakan anak.

Karena sudah selesai akupun saat itu memutuskan keluar untuk bertemu Syarif dikosannya. Anak pertama dan anak keduaku aku titipkan kepada paman dan kakeknya. Kebetulan aku tinggal di Jakarta mengontrak, dan kontrakanku berdampingan dengan kakek, paman, serta saudara-saudara suamiku.

Saat itu aku keluar dengan anakku yang berusia 1 tahun agar tidak ada yang curiga padaku jika aku akan bertemu dengan Syarif. Tak lupa aku bawa susu dan perlengkapan anakku agar tidak kelabakan ketika dikost Syarif nanti.

Aku berpamitan dengan saudara dan ayah suamiku dengan alasan mengunjungi saudaraku.

Dengan alasan itu mereka mengiyakan tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun. Singkat cerita setelah 2 jam perjalanan naik taksi sampailah aku dikost Syarif. Sesampainya disana aku langsung menuju kamar kost Syarif karena aku sudah dikasih tau sebelumnya.

“ Tok…. Tok…. Tok….Rif, buka ini aku Rika, ” ucapku sembari mengetuk pintu.

“ Iya Rika tunggu, ” ucapnya.

“ Ceklekkkk…Hey Rika, ayo masuk yuk, aku kunci sekalian yah pintunya demi keamanan kita, hhe…, ” ucapnya nampak sudah mesum saja saat itu.

“ Hemmmm… iya deh terserah kamu aja, hhe…, ” ucapku pasrah.

Apa yang dimaksud KASIR4D ? Untuk Lebih Jelasnya Bisa Kunjungi : Kasir4D, Agen Togel, Bandar Togel, Casino Online Terpercaya

Kebetulan sekali saat itu anakku sudah tertidur lelap sesampainya dikost Syarif. Aku letakan anakku dikasur lesehan Syarif dan aku nyalakan kipas angina agar anaku tidak terbangun.

“ Eh udah tidur tuh si Rani ya Rika, lucu yah kayak ibunya, ” ucap Syarif basa-basi.

“ Masak sih ibunya lucu??? Akukan ibu anak punya anak 4 masak iya sih masih lucu, ” ucapku minder.

“ Kamu tuh Rika jangan gitu, pamali tauk…, ” ucapnya.

“ Tahu nggak sih kamu tuh exotis, udah gitu kamu semok lagi, bikin gemes deh, hhe…, ” ucapnya terus melontarkan rayuanya.

Saat itu Syarif hanya mengenakan celana boxer dan handuk yang ada dipundaknya. Ternyata ketika aku datang ternyata dia baru selesai mandi. Pantes saja dia wangi dan terlihat fresh sekali. Tubuhnya yang wajah lumayan, tubuh bidang, dan sifat pengertianya membuatku semakin terpesona saja dengan Syarif,

“ Iya-iya Rif makasih yah udah mau puji aku,hhe… Oh iya sekarang aku udah disini, terus kita mau ngapain dong ???, ” ucapku langsung saja memancing dia.

Ketika kami telfonan atau chating kami sering melontarkan kata-kata mesum, bahkan kami sering bertukar foto bugil via What's App.

“ Eummmm mau… mau begini nih…, ” ucapnya lalu mememeluk dan mencium bibrku.

“ Eummmm… Shhhhhh… Eummmm, ” lenguhan kami.

Tanpa ragu Arifpun menciumi aku dengan penuh nafsu sembari meremas payudaraku. Karena suamiku sudah jarang sekali berhubungan sex denganku lagi, aku yang mendapat perlakuan seperti itu dari Syarif aku membalasnya dengan penuh nafsu. Aku balas ciumanya sembari memasukan tanganku dibalik celana boxer Syarif.

Kami berciuman dengan penuh birahi. Suasana saat itu terasa intim dan hot sekali. Aku mainkan penis Syarif dengan penuh nafsu, begitu pula Syarif dia meremas payudaraku dengan hebatnya.

“ Sssssssshhhh… Eummmmm… Euhhhhhh…, ” lenuh kami bersamaan.

Sembari berciuman kami saling memberi rangsangan. Syarif meremas payudaraku dengan kencangnya.

“ Ouhhh… Ssssshhh… terus Rif… Ahhhh…,” desahku disela kami berciuman.

“ Iya Rika, kocok kont*l aku terus Rika.. ahhhhh, ” pinta Syarif.

Mulut kami saling berciuman dengan penuh nafsu sex. Rasanya saat itu kami seperti  kesetanan saja, desahan dan racau dari mulut kami selalu keluar secarfa berantian. Beberapa waktu melakukan hal itu Arifpun berkata.

“ Rika, telanjang yuk biar kita enak, ” pintanya.

Tanpa menajawab aku-pun melepaskan semua pakaianku begitu pula Syarif. Dalam waktu singkat kamipun sudah telanjang bulat. Sebelum kami meneruskan skandal sex kami aku menengok kearah anakku. Ternyata kondisi aman karena anakku tertidur lelap sekali, sekalipun bangun dia juga belum tahu apa-apa, hhe.

Segeralah kami rebahan dikasur dan saling bergerumul. Syarif berada diatasku dan aku dibawahnya. Dengan penuh gairah yang sama-sama sudah memuncak kamipun meneruskan percintaan kami.

Bibir Syarif langsung saja menyerang payudaraku dengan ganasnya.

“ Uhhhhhhhh… Rif…. Ouhhhhh… hisap putting aku Rif Ouhhhh…. Ssshhh, ” desahku nikmat.

Dengan lincahnya Syarif terus mengkulum payudaraku dengan bibirnya. Tak hanya itu tangan kananya juga meremas dan memplintir-plintir putting susu kiriku.

“ Ahhhhh… Ouhhhh… Sssshhhh… Enak Rif… Euhhhhh…, ” desahku mulai menggila.

Tidak aku sangka Syarif semahir ini dalam berhubungan sex, sampai-sampai aku medesah liar dibuatnya. Saat itu aku hanya pasrah menikmati serangan mesum dari Syarif. Rangsangan-rangsangan sex terus diluncurkan padaku, ditambah lagi Syarif juga mulai memainkan penisnya pada vaginaku.

Tangan kirinya mulai dilepas dari payudaraku dan mulailah meraih penisnya lalu diarahkan ke vaginaku. Dia tempelkan dan dia gesek-gesekan kepala penisnya pada bibir vaginaku dengan cepatnya.   Casino Online

“ Ahhhhhh…. Ahhhhh… Ahhhhh…. Uhhhh… geli Rif, enak Rif, terussss… Ahhhhh… jangan berhenti… Uhhhhhh…, ” desahku semakin liar saja saat itu.

Beberapa menit saja aku diperlakukan seperti itu aku sudah meracau tak karuan dan nafsuku semakin membara saja. Dengan lihaynya dia memainkan penisnya pada vaginaku sembari terus mengkulum payudara kanan dan kiri secara bergantian. Desahan demi desahan terus keluar dari bibirku seiring keluarnya lendir kawin dari liang senggamaku.

Syarif benar-benar mahir sekali, dalam pertemuan pertama kami aku sudah dibuatnya seperti itu. Tubuhku meliak liuk dan sesekali pantatku naik turun karena gelid an nikmat. Rangsangan sex yang diberikan Syarif benar-benar melebihi suamiku. Penisnya terus digesek-gesekan pada liang sengama dan clitorisku.

“ Ouhhh… Riff… Enak Rif… Ahhhh… Ahhhh… Ahhhh… , ” desahku.

Sekitar 15 menit aku diperlakukan seperti itu. Vaginaku basah dan pada akhirnya,

“ Blessssssssssssssssssssss….. Ahhhhhhhhhhhhh…. Masukan yang dalam Rif.. Ahhhhhhh…, ” ucapku.

“ Iya Rika…Euhhhhhh…, ” jawab Syarif.

Dengan mudahnya Syarif memasukan penisnya pada vaginaku yang sudah basah dan sudah mengeluarkan anak 4 ini. Setelah masuk Syarif-pun menggenjot penisnya dengan cepatnya. Nampaknya dia tipe laki-laki yang agresif, buktinya dia langsung menggenjot memekku dengan cepatnya. Syarif nampak perkasa dan gagah sekali saat itu.

Wajahnya yang ganteng dan tubuhnya yang bidang membuat aku semakin bernafsu saja. Dia menggerakan pinggangnya maju mundur dengan cepat sekali.

“ Pyekkkkk… Plakkkk… Plakkkk… Plakkkk… Plakkkk… Plakkkk…, ” suara hentakan penis Syarif yang bertemu vaginaku.

“ Ouhhhh.. Yeahhh… Ssshhhh… Ahhhh… Ahhhh… Ahhhh… , ” desahku.

“ Sssshhhh… enak yah Rika ML sama aku, Ouhhh… Memek kamu udah becek banget, enak Rika… Ahhhhh…, ” ucapnya ditengah hubungan sex kami.

“ Iya Rif… Sssshhh… kamu hebat Rif, Ouhhh… terus Rif jangan berhenti… Ahhhh…, ” ucapku nikmat merasakan genjotan penis Syarif pada vaginaku.

Syarif benar-benar perkasa, sudah 15 menit berlalu dia selalu menggenjot vaginaku dengan ritme yang kencang. Memekku semakin basah saja saat itu. 

Desahan dan racauan kami saling bersahut sahutan sepanjang kami berhubungan sex. Sekilas aku melirik kearah anakku dan dia masih saja tidur dengan lelapnya.

Syarif dan aku sama-sama merasakan sensasi sex yang luar biasa. Suasana pagi itu terasa intim dan penuh birahi sex. Kakiku yang tadinya terbuka lebar, saat itu dirapatkan Syarif. Aku tahu tahu maksudnya, dia merapatkan pahaku agar penisnya terjepit kuat oleh vaginaku.

“ Sayang, jepit penisku kuat-kuta yah, Ssshhhh…, ” ucapnya.

“ Iya Rif… Ouhhhh…, ”

Aku rapatkan pahaku dan aku kencangkan otot vaginaku sekuat-kuatnya. Syarif yang nampak suak dengan posisi sex itu, dia semakin gila saja menggenjot vaginaku. Dia genjot maju mundur dengan cepatnya, dan terkadang dia juga memutar-mutarkan penisnya didalam vaginaku.

“ Uhhhhh… aku keluar Rif… ahhhhhh…. Terus Rif buat aku melayang terus… Ahhhhh, ” desahku tak karuan.

“ Iya sayang, Ouhhhh.., ” jawabnya singkat.

Aku yang sudah orgasme sebenarnya sudah tidak kuat lagi menahan sodokan penis Syarif. Aku terus merapatkan paha dan vaginaku agar Syarif tetap nikmat. Benar-benar perkasa sekali, dengan posisi sex itu dia masih bertahan cukup lama. Sekitar setengah jam dia masih agresif saja dengan menyodokan penisnya dengan cepat.

“ Rika… Ouhhhh… Memek kamu benar-benar nikmat… Ssssshhh…, ” ucapnya memujiku.

Saat itu aku hanya tersenyum dan mendesah saja. Kira-kira sekitar 10 menit kemudian Syarif bertanya.

“ Sayang… Ssssshhh… aku mau keluar, keluarin dimana??? Ahhhh…., ” ucapnya dengan nafas yang memburu.

“ Dalem sayang… Ahhhhhh…, ” ucapku.

Tidak lama setelah itu..
“ Cruttttttttttttt…. Cruttttttttttttt…. Cruttttttttttttt…. Cruttttttttttttt…. Cruttttttttttttt…. , ”

“ Ahhhhhhhhhhhhhhh….., ” desah panjang Syarif.

“ Euhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…. Tumpahkan semua sayang pejuh kamu… Ahhhhh…, ” pintaku.

Setelah kurang lebih 40 menit kami berhubungan sex akhirnya Syarif mendapatkan klimakasnya. Dia menyemburkan semua spermanya didalam liang vaginaku. Spermanya sungguh banyak sekali, sampai-sampai dia muncrat sampai 5 kali, Ouh nikmatnya. Dinding rahimku terasa hangat karena terbasahi oleh sperma Syarif.

“ Rif kamu hebat sekali Rif, aku puas sekali ML sama kamu… Euhhhh.., ”

“ Sama Rika aku juga, kamu benar-benar tahan pukul, baru kali ini aku menemukan wanita setangguh kamu saat ML dengaku, ” ucapnya.

Dalam hatiku berkata, berarti dia sering ML sama cewek, tapi yasudahlah yang penting kami sama-sama nikmat dan tidak perlu mengeluarkan uang. Pada hari itu kami bercinta sampai 3 kali. Entah mengapa anakku saat itu pengertian sekali, dia tertidur lelap sampai kami selesai bercinta. Setelah selesai berhubungan sex, kamipun tertidur lelap dengan poisisi telanjang.

Kami tertidur sampai jam 4 sore, dan kami terbangun gara-gara anakku menangis karena meminta susu. Melihat itu aku-pun buru membuatkan susu dan aku berikan kepada anakku. Karena sudah mendapat susu dia terdiam. Melihat jam yang sudah sore aku-pun buru-buru membersihkan diri lalu berpakaian seperti semula.

Selesai itu akupun pulang dengan menggunakan taxi online yang saat itu mangkal tidak jauh dari kosan Syarif. Aku pulang dengan hati riang dan puas karena sudah mendapatkan kepuasan sex dengan Syarif. Hubungan kami-pun terus berlanjut sampai sekarang tanpa sepengatahuan suami maupun saudara-saudara suamiku.

Yah mungkin saja ini karma untuk suamiku, karena semua yang diperbuatnya padaku, kini menimpa padanya. Semenjak mengenal Syarif aku masa bodo dengan suamiku, terserah dia mau selingkuh dengan siapapun, toh aku selingkuh juga. Yang penting suamiku memberi nafkah pada anak-anakku itu sudah cukup. Urusan selingkuh itu biarlah kami masing-masing yang menanggung dosa ini. Selesai...

Thursday, March 5, 2020

Ngentot Dengan Caddy Golf


KASIR4D - “Andy barange bapak wes mlebu kabeh” kata pak Tiyok majikanku(( Andy barang bapak sudah masuk semua )).

“sampun pak” jawabku.(( sudah pak ))

“yo wes ayo gek ndang mangkat Andy. Bapak wes di bal bel kancane terus kih” katanya.(( ya sudah ayo berangkat. Bapak sudak di telfon temen terus nih dari tadi ))

“njih pak, sekedap” (( iya pak. Sebentar )) kataku sambil berlari untuk membukakan pintu mobil forturner putih yang sudah aku poles. Togel Online

Selanjutnya mobil melaju dari arah atas kota Semarang menuju ke tempat bapak berlatih golf hari ini. Aku tak mengetahui seberapa sering bapak Hasan bermain golf. Karena aku merupakan supir pengganti setelah Slamet kakak iparku minta cuti karena istrinya melahirkan.

Namaku Andy, umurku 26 tahun dan baru tiga bulan bekerja sebagai supir pengganti di keluarga pak Hasan.

“Andy nek tekan indomar*t mandhek yo. Bapak tukokno iki” (( Andy kalo ada indomaret tolong mampir bapak beli’in ini )) katanya sambil menyerahkan daftar belanja berupa sobekan karcis tol.

“njih pak” (( siap pak )) jawabku sambil menerima sobekan itu.

Setelah ku lihat mini market yang di maksud bapak, aku menepikan mobil dan bergegas turun kemudian masuk ke mini market.

“selamat datang di indomar*t. Selamat belanja” sapa seorang kasir.

Aku tak menjawab salam itu karena fokus ke daftar blanja pak Hasan.

“kratingdeng” kataku lirih sambil berjalan menuju lemari pendingin yang terletak di sebelah kiriku saat aku masuk. Aku mengambil 2 botol. Kemudian kulihat daftar selanjutnya.

“pokari suwet” kataku lirih “yang botol besar…ni dia” tambahku sambil mengambil botol berbentuk kotak besar itu. Karena agak kesulitan membawa aku meletakkan barang itu dilantai untuk mencari keranjang blanjaan. Untungnya mas pramuniaga yang sedang berpapasan sigap dengan membawakan kranjang yang aku maksud.

“ini mas” katanya

“oh makasih mas” balasku.

Kemudian aku meletakkan barang tadi ke kranjang.

“ok selanjutnya tisu basah 2 bungkus ama tisu muka. Ok” aku melanjutkan pencarianku setelah kudapat aku mencari barang selanjutnya.

“baby oil…hahhhhggg*!!! Nggo opo jane” (( baby oil. Hahhhgggg !! Buat apa ? )) kataku lirih dan mengerutkan jidatku.

Kemudian “Kondom durex…wasssuuuu tuku kondom barang !!” (( kondom durex. Anjing ! Beli kondom juga!! )) kataku heboh.

Kemudian saat semua barang ku bawa ke kasir dan terbayar aku langsung masuk tanpa mencoba bertanya ke pak Hasan.

“sampun pak. Niko wangsulan kalih barangipun!” (( sudah pak. Ini kembalian sama barang pesenannya )) kataku ke pak Hasan setelah itu kembali melaju.

Kira kira 15 menit kami sudah di tempat parkir area Gombel Golf.

Saat turun ternyata pak Hasan sudah di tunggu beberap orang temannya yang semuanya berperawakan layaknya bos bos besar. Perut yang buncit dan tubuhnya yang gempal. Mereka saling berjabat tangan.

“wah nggowo supir ta?” (( wah bawa supir to? )) kata pak Herwan lelaki berkumis mirip pak raden itu.

“wah nek gak ngejak bojoku curiga to yo!” (( kalo nggak ngajak supir istriku curiga dong )) kata pak Hasan.

“trus supirmu arep di kepiyek ke. Mosok ngenteni ndok kene” (( lah supirmu nanti di suruh ngapain. Masak nunggu di sini )) kata pak Bagus bos sebuah garment di wilayah pringapus.

“tak jak golef wae ya. Mesak ke nek tak kele kele ning kene” (( kita ajak main golf aja kali. Biar nggak kepanasan di mobil )) kata pak Hasan.

“Andy mrene melok golef wae ayo !!” (( Andy. Sini ayo ikut main golf )) teriak pak Hasan kepadaku.

Aku langsung mendekat ke 3 orang bos yang sedang menungguku.

Apa yang dimaksud KASIR4D ? Untuk Lebih Jelasnya Bisa Kunjungi : Kasir4D, Agen Togel, Bandar Togel, Casino Online Terpercaya

Di pintu masuk kami di sambut resepsionis cantik berbaju hijau muda bermotif batik. Aku hanya berdiri sambil membuka bungkus permen kopiko yang selalu aku bawa. Kulihat mereka bertiga nampak sedang berargument tentang caddy yang akan mereka pakai dalam bermain golf.

Setelah selesai aku di panggilnya untuk mendekat.

Kemudian kami berjalan ke arah dalam untuk menuju ke mobil golf yang sudah di pesan dengan di dampingi mbak resepsionis tadi.

Mataku menatap dengan cermat bongkahan pantat sang mbak resepsionis tadi. Pantatnya nyedit mirip pantat Sari pembantu pak Hasan yang sering aku ‘icipi’ ketika dia mendapat tugas belanja bulanan ke swalayan di daerah Jl.Setyabudhi.

“selamat pagi !” sapa 3 perempuan caddy yang berseragam kaos lengan panjang nan ketat berwarna hijau di padu legging warna putih dengan tambahan rok mini warna senada dengan legging yang mereka kenakan.

Kudengar pak Hasan dan kawan kawan saling berbisik mengenai body dan wajah mereka.

Pak Herwan langsung langsung menuju ke mobil golf yang di tunggu seorang caddy bernama Anita. Pak Bagus dengan gembira menuju mobil tengah dengan caddy bernama Harum. Sedangkan aku dan pak Hasan menaiki mobil golf nomor 3 yang di bantu caddy bernama VenVen.
.
.
“Andy iso nyupir mobil iki toh ?” (( Andy bisa bawa mobil ini kan )) tanya pak Hasan.

Aku mengangguk dan mulai memegang kemudinya kulihat kedua bos tadi sudah meluncur ke lapangan golf di arah bawah.

Pak Hasan terdengar cekikikan di belakangku. Entah apa yang mereka bicarakan aku tak mau mendengarnya karena takut di marahi.

Setelah sampai ke tempat yang di tuju. Lapangan paling jauh di dekat danau buatan itu mereka turun yang sebelumnya memarkir mobil golf bertempat duduk 4 itu secara aneh. Iya aneh karena di parkir seperti huruf U.

Kemudian sang caddy yang bernama Harum membuka tikar besar dengan di bantu Anita dan VenVen.

Setelah itu menyiapkan peralatan dan bahan makanan yang di bawa para bos bos tadi.

Aku penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan. Masak golf kok kayak orang piknik. Pak Herwan memilih duduk tepat bersandar di dekat mobil, begitu juga pak Hasan dan Pak Bagus.

Aku masih berdiri sambil mengamati pemandangan. Tempat golf ini letaknya lebih mirip bukit karena area golf berada di bawah sedangkan pintu masuknya berada diatas.

Kalo pembaca ada yang berasal dari kota semarang pasti paham.

Setelah aku puas memandang pemandangan aku menoleh ke arah bapak bapak tadi.

Ladalahhhhh…. Para caddy sedang di pangku mesra oleh para bos bos tadi.

Pak Herwan yang bersama Anita tengah asyik saling mencium bibir mereka. Tak ada rasa risih dari Anita sang caddy yang memiliki bb 48kg serta tb 158 cm.

Seolah olah kumis tebal pak Herwan menjadi sensasi tersendiri buat Anita. Aku menatap pak Bagus sekarang, tak mau kalah dengan Herwan, beliau kini sedang menjilat jilat leher jenjang Harum dan berusaha memberikan bekas cupangan di leher putih Harum itu.

“sialan pada mesum nih bos bos” gumamku.

Kemudian aku menatap bos ku pak Hasan yang sedang berusaha untuk menyingkap kaos ketat milik VenVen ke arah atas. Tujuannya tak lain adalah menikmati susu VenVen yang berukuran 36c. Setelah sukses pak Hasan langsung mencucup susunya dengan penuh nafsu.

Aku masih berdiri mematung melihat perbuatan mereka. Seolah tak percaya tempat golf yang indah ini malah di pakai untuk bermesum ria. Mataku menatap pak Herwan yang kini sedang membuka celana kolor miliknya setelah tadi sempat membuka kaos polonya terlebih dahulu.

Setelah sukses beliau mendekatkan kontol nya ke arah bibir Anita. Anita yang sedang bersandar di bagian roda mobil golf langsung menyerbu seolah sudah lapar akan kontol Herwan.

Haaap. Kontol Herwan sudah di kulumnya dengan nafsu. Kaos caddy Anita sudah terangkat hingga ke atas di bawah leher dengan bh yang sudah tidak melekat di badanya. Bagian bawahnya pun juga sudah tak ada. Hanya celana dalam hitam berenda yang masih menempel di sana. Posisi Anita duduk bersila sambil mengocok dan mengulum kontol Herwan.

“ahhh….emmhhh…ahhh…emmmhhh” desah seorang wanita yang kudengar di samping kiriku.

Rupanya VenVen sudah di entot pak Hasan dengan posisi doggy.

Pak Hasan hanya memelorotkan legging VenVen sebatas paha demikian pula pak Hasan yang memakai celana trening panjang pun cuma di pelorotkan hingga ke pangkal pantatnya. Beliau masih menggunakan kaos polo hitamya. Ku tengok pak Bagus. Rupanya Harum sedang memposisikan kontol pak Bagus di liang senggamanya. Harum berada di atas tubuh pak Bagus yang sedang terlentang di bawahnya. Baju Harum bagian atas masih kumplit tapi bagian bawahnya sudah tak memakai apa apa. Pak Bagus terlihat bugil. Setelah di rasa pas Harum menurunkan badanya sambil tangan sebelah kanan mencoba meremas dada pak Bagus yang di tumbuhi bulu.

Aku yang tak ingin masuk dalam permesuman akhirnya menjauh dari mereka dengan menutup telinga menggunakan earphone mp3.

Setelah di rasa jauh dari mereka aku duduk di bawah rindangnya pohon di samping danau buatan itu. Lalu tertidur pulas.

Aku terbangun tatkala terdengar panggilan masuk di hp ku. Aku sedang di cari Pak Hasan. Dengan segera aku kembali ke tempat mesum tadi.

Sesampainya di sana, mereka ber-enam tengah menyantap camilan baju mereka sudah di rapikan.

“Andy…kowe seko endi?” ( Andy kamu dari mana ) tanya pak Hasan.

“saking mriko pak. Sanding telogo” ( dari sana pak samping danau ) jawabku.

“ngopo tek malah nyang kono” ( kenapa kok malah di sana ) tanya pak Herwan.

“yo ewuh to yo. Wong bose gek nakdek nakdek” ( ya ndak enak dong. Bosnya aja masih indehoy ) sahut pak Bagus.

Aku hanya tersenyum sambil menggaruk kepalaku. Casino Online

“yo wes Andy. Gek miliho sopo sing arep mok icipi” ( ya sudah Andy. Sekarang pilih mana yang kamu mau rasakan ) kata pak Hasan.

Aku yang tidak mengerti maksud pak Hasan hanya mengangguk dan mengambil sebungkus kacang goreng berlogo burung.

“niki mawon pak” ( ini saja pak ) kataku.

“wes jan bocah iki ra paham…hahahah” ( ya ampun ternyata anak ini nggak paham ) kata pak Herwan.

“dudu kuwi Andy. Tapi iki loh. Mbak caddy. Piliho salah siji” ( bukan itu Andy. Tapi ini loh para caddy. Pilih salah satu ) tambah pak Bagus.

“wes ngene wae kowe tak pilihno VenVen wae yo Andy” ( udah kamu tak pilihin VenVen saja ya Andy ).

Aku hanya terbengong dan melongo.

“Andy. Bapak saiki arep lungo karo konco konco. Mobil gowo bali trus nek di takoni ibuk, ngomong bapak lagi ono perlu ya” ( Andy sekarang bapak mau pergi bersama teman teman kamu bawa mobil pulang ya. Kalo di tanya ibu bilang lagi ada keperluan ) kata pak Hasan sambil naik ke mobil golf.

Rupanya aku di tinggal oleh pak Hasan dan kawan kawan.

Aku masih duduk sambil membuka kacang kulit sedangkan VenVen masih enjoy menikmati keripik lays di tangannya.

“mas. Mo langsungan apa gimana?” tanya VenVen.

“hemmm?” sahutku

“nek langsungan gek ndang yo selak awan” ( kalo mo langsung buruan nanti keburu siang ) kata VenVen sambil membuka celananya.

Aku masih menikmati kacang kulit yang gurih ini.

“mas ayo cepet mrene” ( mas ayo buruan ) kata VenVen dengan membuka selakang nya lebar lebar dengan duduk bersandar di ban mobil golf. Memeknya tanpa bulu. Ada lelehan cairan putih kental di memek itu. Aku menelan ludahku.

“mbak misale aku ngenthu kowe. Aku mbayar pora?” ( mbak semisal aku bersenggama sama kamu aku bayar nggak ) tanyaku.

“wes di bayari. Gek cepet lah. Selak awan selak ganti shift” (usah di bayar tau? Makanya cepet. Keburu siang trus pergantian shift ) katanya.

“ya sudah mbak gak jadi aja yuk ke atas aja” kataku

“ya udah deh kalo nggak mau!” katanya sambil memakai celananya kembali. Kemudian membereskan tikar dan sampah yang berserakan.

Kami pun menuju pool mobil golf di atas dan kami berpisah. Aku menuju tempat parkir dan masuk ke mobil. Aku memasukkan kunci mobil dan mulai menyalakan mesin saat aku akan memasukkan perseneleng dan menginjak pedal gas, tiba tiba kaca jendela tempat aku berada di ketuk. Rupanya VenVen sedang berdiri di sana. Aku membuka kaca.

“ada apa?” tanyaku

“boleh bareng nggak?” katanya

“kemana?” sahutku

“kamu mo ke arah mana?” tanya dia

“aku mo ke ungaran” jawabku

“ya sudah aku bareng sampe pudak payung ya” katanya

“ok yuk masuk” kataku.

Setelah VenVen masuk kami pun melaju, dalam perjalanan aku melirik susu VenVen yang sangat menggembung indah dengan hati hati. VenVen ternyata merubah pakaian caddy nya dengan kaos u-neck merah bertuliskan touchme if you want dengan bawahan softjins biru navy yang ketat se betis.

“udah lama kamu jadi caddy?” tanyaku membuka obrolan

“6 bulan. Kamu udah lama nglirik toketku?” katanya

“eehh…emmmhh…hehe” jawabku grogi.

“tadi di tawarin gak mau” tambahnya

“nggak enak ah kalo maen di outdoor. Malu kayak ayam kawin aja” jawabku.

“kalo jatah tadi aku minta sekarang boleh?” tambahku

“masih pengen toh. Asal akunya bisa puas ya gratis kalo enggak ya kamu harus bayar lah” katanya ketus.

“wah ok deh. Truz kita mo gituan dimana” tanyaku.

“terserah. Asal gak di mobil” jawabnya dengan masih ketus.

Setelah melihat losmen di pinggir jalan dekat batas kota ungaran aku membelokkan mobil juraganku ke area parkir. Selanjutnya kami turun dan memboking satu kamar untuk shorttime.

Setelah itu kami menuju kamar dengan di pandu seorang room boy.

Di dalam kamar setelah ku kunci aku memeluk tubuh VenVen dari belakang dan meremas payudaranya dengan gemas.

“ih mandi dulu sana. Kamu bau!” katanya membentak.

Aku sebetulnya marah dan emosi tapi karena aku sabar akhirnya aku menuju kamar mandi untuk menyegarkan badan.

Aku keluar dengan balutan handuk yang menutupi bagian bawah ku. Kulihat VenVen sudah telanjang dengan badan tengkurap sambil bermain hp miliknya
Ingin aku menyerbunya tapi takut kena semprot aku tak melakukan itu.

“mbak saya udah mandi” kataku

“ogh ya udah langsung masukin aja ya. Aku lagi sibuk bbm-man nih” jawabnya

Tanpa ba-ta-sa aku membuka handuk dan sedikit mengocok kontolku agar lebih maksimal tegangnya sambil mendekat perlahan.

Kukangkangi pantat semok VenVen dan mengarahkan kontolku di lipatan memeknya.

“mbak yakin langsung di masukin?” tanyaku

“ih brisik deh. Mau atau enggak ?” bentaknya dengan masih menatap layar hpnya.

Aku pun langsung meludahi ujung kontolku dan menerobos pelan memek VenVen.

“AAAAAAGGGGHHHHH”

“sakitttttttthhhh !!!” teriaknya.

Aku menghentikan penetrasi yang sudah masuk 1/4 alias ujung kontolku sudah sukses masuk di memek VenVen.

“mas kamu masukin apa sih?” tanya dia bernada keras sambil membalikkan badan menghadapku.

“ya kontolku lah mbak. katanya tadi suruh masukin ini” jawabku sambil memamerkan konde ( kontol gede ) milikku.

Mata VenVen melotot seolah olah tidak percaya akan apa yang dia lihat.

“mas…gedhe amat sih” katanya sambil meraba kontolku manja.

dia kini duduk bersandar di sandaran ranjang dengan masih meraba mesra.

“maaaaasss… kontol mas gedhe banget aku suka deh. aku emut boleh?” katanya

“nggak ah. aku pengen langsung karena sewa kamar kita hanya 4 jam doang dan lagi mobil bos ku juga harus cepat kembali” kataku

“ihhhh…kog gitu siihhhh… ya uda ongkos sewa nya ntar tak tambahin aja biar jadi full trus mas bilang mobilnya mogok kek… ya massss” bujuknya manja

Aku tetap kukuh pada pendirianku lagian aku sudah sedikit hati ke padanya karena bentak kan nya tadi.

Aku turun dari ranjang dan langsung meraih kedua kakinya dengan kasar hingga dia terseret beberapa senti dan terlentang. pantat nya berada di pinggir ranjang. Kemudian kedua kakinya ku lebarkan selebar mungkin dan langsung menusuk memeknya dengan cepat.

“MAAAASSSSHHHHH*!!!” jeritnya.

Memeknya sungguh nikmat tapi tak sesempit Sari. Saat kontol ku sukses brada di dalam aku menikmati sejenak adaptasi kontolku di memeknya.

Ada empotan yang cukup cepat selain itu memeknya yang tadinya kering kini telah basah dan suhunya menjadi hangat.

Tubuh VenVen meliuk ke atas dengan kedua tangan meremas sprei putih. Aku pun melanjutkan sesi maju mundur nikmat secara perlahan dan seirama dengan nafasku.

“ohhh…ohhh…ohhhh” desahnya

Selanjutnya aku mempercepat laju genjotan. kurang dari 5 menit tubuh VenVen menegang dan menggelepar hebat rupanya dia orgasme. aku malah menambah kecepatan sodokan ku. payudaranya kesana kemari seolah mau copot dari dadanya karena hentakan ku.

“masss….masshhh…ohhh…masssshhh” desahnya

Karena bosan dengan posisi ini aku meraih badannya untuk ku gendong. Tenagaku memang cukup besar sehingga tubuh VenVen mudah ku angkat.

saat menggendongnya aku tak melepas kontolku yang menancap.

Kemudian aku menaik turunkan tubuhnya dengan bantuan tanganku yang memegang pantatnya.

Seperti seorang rodeo VenVen terlihat terombang ambing. hanya desah dan jeritan nikmat yang keluar dari mulutnya. Matanya sellalu terpejam.

Selang 7 menit kembali VenVen menegang sambil mencengkram pinggulku dengan kedua pahanya. Aku memeluknya dan menikmati puting indahnya.

“masssssshhhhh….baringin massshh… aku pegel…ohhh” katanya.

Aku membaringkan dan mencabut kontolku hingga suara ( plogh ) terdengar erotis di telingaku.

“nungging mbak!” pintaku.

Dia menurut dengan terengah engah. Tanpa permisi kembali aku menusuk memeknya. Dia terpekik. Setelah itu aku menggenjotnya secara sedang. Tangannya ku pegang seperti tukang baso memegang gerobak dorong.

“massssshhh….masssshhh….aku ndak kuattthhh….kontolmu terlalu gedheeeehhhh”

Aku langsung memacu cepat. memeknya bereaksi dengan semakin sempit menghimpit kontolku. Aku yakin kontolku sudah ingin muntah pejuh. maka aku melepas pegangan tangannya dan meraih pantat bulatnya.

crot…crottt….crottt…crooottt

“ooohhhhh nikmattthhh mbakkkkhhh… ohhh…ohhhh” desahku ketika peju sudah muncrat di dalam memek VenVen.

“lohh…kokk…kokkk.. di dalam sihhh massh” katanya terengah engah.

Aku yang selanjutnya ambruk di atas tubuhnya tak merespon kata katanya. VenVen pun juga ikutan ambruk di ranjang. Kontolku masih menacap dan berkedut kedut di sana.

Karena merasa kasihan aku mencabut kontolku dan berbaring di sampingnya. Dia duduk dan mencoba mengaduk peju yang ada di dalam memeknya untuk di keluarkan.

“mas! kalo aku hamil gimana? biasanya para tamuku paham kalo mau ngecrot harus gimana?” katanya panik

Aku hanya tersenyum

“mana mas gak make kondom lagi. uhhhh” katanya sambil mencubit mesra

“halah ndak apa apa lah buat kenang kenangan. sini bobok dulu bentar” kataku sambil menarik tubuhnya untuk ku keloni. Dia menurut malah memberikan ciuman mesra seperti layaknya istri mencium suaminya.

Kami pun terlelap hingga terbangun karena pintu di ketok tanda waktu sudah berakhir. Sebenarnya VenVen masih ingin berduaan bersamaku meraih nikmat tapi karena waktu dan situasi tak memungkinkan aku dan dia bergegas pergi.

Itulaj kisah ku dengan caddy bernama VenVen yang masih berlanjut dan terus saling mereguk kenikmatan bersama selama 6 bulan lebih.

Tuesday, March 3, 2020

Ngentot Sedarah Dengan Adik Kandung


KASIR4D - Nama gue Erlinda, saat ini tercatat sebagai mahasiswi ekonomi Universitas swasta yang ada di Jakarta. Ayah gw berasal dari Sukabumi, sedangkan ibu gw asli Bandung, mereka tinggal di Sukabumi.

Ini kisah nyataku yang terjadi saat masih duduk dibangku sekolah, tepatnya saat kelas 2 SMA. Dan skandal seks tabu ini masih terus berlanjut sampai detik ini! gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri. Sebagai kakak kandung hasrat hubungan sex dengan adik itu slalu saja gagal kubendung. Togel Online

Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.

Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi. Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dengan teman cewekku. Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.

hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi

Iyaaaaaaa..! Wait..! ternyata adikku yang di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.

Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.

aduhhhhhhhh….. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala adikku muncul dari celahnya.

Ada apa sih kak? katanya.

Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.

criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.

Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.

Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.

Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.

Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.

hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.

Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.

Sialan nih adikku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.

oooooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.

Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.

Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

Apa yang dimaksud KASIR4D ? Untuk Lebih Jelasnya Bisa Kunjungi : Kasir4D, Agen Togel, Bandar Togel, Casino Online Terpercaya

Ya… basah deh rok kakak… kata Gw melihat ke rok dan celana dalamku.

Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.

Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.

Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.

Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.

Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.

Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.

Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.

Gw lalu membuka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yang tanpa celana.

kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.

Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.

Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzzz..! katanya.

Karena Gw memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.

Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..! kakak sih..!

kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.

Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.

Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.

Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.

Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.

Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku. Casino Online

Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya.

Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.

Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu” ujarku.

Sialan nih adikku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.

Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adikku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.

Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.

Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.

Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.

Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.

ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii…

Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.

Hihihi.. kakak terangsang ya..?

Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.

Ini basah banget apaan Kak..?

Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.

Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?

Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.

Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.

Dikit aja Kak… Please..!

Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…

Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.

uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.

Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.

Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

Enak ya kak..?

Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.

Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.

kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!

Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.

Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah kontolnya.

Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.

Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.

Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!

hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.

Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.

ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.

Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.

Iya Kak..!

Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.

Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme. Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.

ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.

Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.

Ouughhh..! katanya.

Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.

Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.

Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.

Wahh..! Gila adik ya..!

Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.

Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adikku bisa melihat dengan jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.

uhhhhhh..! Nikmatnyaaaa..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.

Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.

Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur. Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. 

Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya. Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw.

Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yang dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Begitulah cerita dewasa sedarah itu terjadi, dan terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw sampai sekarang !