Sakura - Text Select

Sunday, May 17, 2020

Ngentot Dengan Tante Vina


KASIR4D - Panggil saja nama saya Richo.Saya tipe cowok yang agak pendiam dan berpostur proposional.Kejadian ini benar-benar terjadi mulai akhir Januari tahun ini.Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta.

Sebut saja nama dia Vina. Wajahnya cantik dan putih dengan tinggi sekitar 160cm dan berat badan sekitar 48 kg. Dia pegawai baru di perusahaan tempat saya bekerja dia mulai bekerja akhir tahun lalu. Awal mula perkenalan kami layaknya karyawati yang baru masuk dikenalkan ke rekan-rekan sepekerjaan.

Pada saat itu saya hanya berpikir “Cantik” dan tidak berpikiran lainnya karena saat berkenalkan dia sudah berkeluarga.

Seiring waktu berjalan kita sering ngobrol dan saling bercerita mengenai kerjaan, keluarga, dan bercanda yang masih wajar. Hal yang paling membuat saya betah ngobrol berlama² dengan Vina adalah dia supel dan wangi parfumnya yang nyaman sekali tercium oleh saya. Apalagi bila kita saling berpapasan saya sering sampai menoleh lagi ke belakang karena tergoda wangi dari parfumnya.

Kejadian ini berawal ketika suatu hari saya menanyakan YM (yahoo messenger) dia dengan alasan supaya bisa ngobrol waktu jam kerja senggang, jadi tidak ada yg nge-gossip klo kita deket. Setelah saya add YM dia kita mulai sering chatting ditengah jam kantor, lama-lama saya tergoda untuk menanyakan hal-hal pribadi kepadanya terutama perihal kehidupan dia dan suaminya. Hingga akhirnya dia bercerita kalau mereka menikah karena paksaan dari masing2 orang tua, dan hanya bersandiwara di depan orang2 kalau mereka bahagia. 

Semenjak saya mengetahui hal itu mulailah pikiran nakal saya menggoda…. kira2 begini percakapannya: Togel Online 

Richo: Vina beneran km dirumah gk dekat sama laki kamu?

Vina: iyah, dia klo malem sering gk pulang pergi main sama teman2nya…

Richo: Sibuk urusan kerjaan kali?

Vina: Ngak, sibuk dugem ama teman2nya.

Richo: Masa sih? emang kamu pernah lihat?

Vina: Ya aku tau aja, ada sodara aku pernah lihat.

Richo: ooohh… kamu kesepian donk klo gitu…

Vina: Tadinya iya, tapi sekarang kamu sering temanin aku klo malem sering telpon dan becanda2 jadi aku gk BT.

Richo: masa sih?? …. BTW Vina mau gk klo kita lebih dari sekedar teman?

Vina: Maksudnya?

Richo: Ya kan kamu gk dekat sama laki kamu, aku juga sebenernya pengen tau kamu lebih jauh.. jadi kita kayak TTM gitu…

Lumayan lama gk dijawab2 sama Vina sekitar 2 jam dicuekin YM saya……………………………………

Vina: Aku gk mau klo TTm an gitu….

Richo: lah terus gimana?? kan kita udah berkeluarga (saya juga punya istri sama anak)

Vina: emm….. Gini aja… Nanti pulang kerja kamu ajak aku jalan, aku pengen ber-2 aja sama kamu.

Richo: (Waduh…. ditantangin gini gw…) Oke, nanti kita karaokean aja yuk aku buka room klo udah di dalem aku kasih tau kamu.

Vina: oke.

Akhirnya pulang kerja saya langsung cabut ke karaoke yg agak jauh dari kantor dan saya langsung kabari dia untuk langsung kesini. Selang 1/2 Jam Vina datang.

Richo: Kamu mau pesan minum atau laper kan pulang kerja?

Vina: Mau minum aja deh Lemon Tea.

Richo: oke (ngak seberapa lama minuman dan snack datang)… Kamu mau ngomong apa tadi Rev?

Vina: Iyah aku gk mau TTM an gitu….

Richo: maaf yah tadi, aku cuma ngutarain perasaan ke kamu tapi gk berarti kamu harus mengiyakan, Gk apa2 kok klo kita temenan aja.

Vina: Kok minta maaf?? aku kan blom selesai….

Richo: ??? tadi katanya gk mau TTM an…

Vina: Gini… Aku seneng deket sama kamu, kamu walapun awalnya aku kira pendiam ternyata orangnya hangat, aku juga suka cara kamu perlakukan aku dengan sopan….

Richo: Lalu?

Vina: “Aku gk mau sekedar TTM sama kamu… Aku maunya…..

(Vina langsung meluk saya dan mencium lembut bibir saya) Kok jadi diam?”

Richo: (aku pandangi wajah Vina, aku belai rambutnya lalu aku cium bibirnya dengan mesra dia memejamkan matanya.)

Semenjak kejadian itu kami semakin dekat dan sekitar 3 hari kemudian ketika kami sedang ngobrol2 di dalam mobil saya dia tiba2 meletakkan tangannya di pangkuan saya dan mulai mendekatkan wajahnya, langsung aku sambut bibirnya yg tampak indah sempurna…

Kami berciuman dan beradu lidah lalu tangan ku memeluk pinggang mungilnya sambil aku mebelai lembut punggung sampai batas Rok nya… Celanaku mulai terasa kesempitan karena ciuman dan pelukan Vina… entah disengaja atau tidak tangan Vina yang ada di pangkuan aku terpeleset dan posisinya sekarang tepat diatas batanganku yg sudah tegang ….Vina melepas ciumannya dan terdiam, terlihat mukanya memerah tapi tangannya tidak dia pindahkan dari situ… Maaf aku gk sengaja Richo… aku katakan

“gk apa-apa Vina gk usah malu sayang,” … dia mulai mencium aku lagi, tapi kali ini dia mulai meremas2 lembut celanaku yg sudah tegang itu…

“sebentar.. posisinya miring nih gk enak kataku sambil mencoba meluruskan batanganku supaya tegak dari luar celana”

Vina berinisiatif untuk mencoba meluruskan juga tapi sulit karena memang batanganku posisinya agak menekuk tegang kebawah….

Richo: Susah ya sayang?… Benerinnya sambil dibuka aja ya… kamu yang lurusin “sambil aku buka resleting celana aku”

Vina: Emang boleh sayang aku pengang dari dalem?

Richo: Boleh…

Vina: Waww keras udah keras banget sampek gk muat CD kamu sayang…. (sebagian batangan aku sampek keluar dari CD ketika sudah berhasil dilurusin sama Vina) panjang, keras, berurat lagi sayang dede kamu… Bikin aku kepengen aja sih…..

Sambil tangan kiri menarik CD aku sedikit dia masukkan tangan kanannya untuk meluruskan batanganku.

Richo: Emang pengen kamu apain sayang?

Vina: Aku gemesss “kata Vina sambil menurunkan cd aku dan menggenggam batangan aku yg sudah tegang “Maaf ya sayang… ”

Vina langsung membenamkan kepalanya kearah batanganku yg tegang dan mengarah ke mulutnya” Vina langsung menciumi kepala batanganku dengan lembut dan memasukkannya ke dalam mulutnya sambil di pelintir2 dengan lidahnya yang basah…..


Aku merasakan kenikmatan yg luar biasa hingga mulutku mendesis perlahan dan aku belai rambut panjang Vina….

Aku tak tinggal diam… perlahan2 sambil aku usap pahanya aku naikkan roknya hingga tangan aku bisa mengelus2 cd dan meremas2 pantat Vina.

Vina: Enak sayang?? tanyanya sambil masih menggenggam batanganku dan mengocoknya perlahan2…..

Richo: Enak banget sayang…. masukin semua donk ke mulut kamu….

Vina: Mana muat!! panjang gitu gk bakal muat…..

Richo: emang punya laki kamu gk sepanjang ini sayang? 

Vina: Ngak lah… dia itu gendut, bantet dedenya kata dia tertawa…

Richo: Kamu suka sayang sama dede aku?

Vina: Hu-uh napsuin sayang…. mentok nih klo masuk meki aku….

Sambil tangannya masih mengocok2 lembut batanganku tangan satunya aktif mengelus2 kepala kontolku yg mulai basah….Sensasinya luar biasa…..

Aku masukkan tangan aku ke dalam CD Vina dari belakang, dan Vina mulai menjilati batanganku lagi dengan rakusnya…

Vina: Hmphhh…. Ohhhh “desahan Vina terdengar ketika tanganku mulai bermain2 di sekitar lubang pantatnya dan mulut mekinya yg sudah basah” Sayang… jgn elus2 lubang pantat aku… aku malu…..

Richo: gk apa2 sayang, kamu nikmatin aja yah…. udah basah banget meki kamu sayang……

Vina: Kita check in aja yuk.

Richo: Oke….. (akhirnya kita meluncur ke sebuah hotel di daerah Jakarta… sambil tangan Vina tetap mengocok2 Batanganku dan aku nyetir sambil tidak konsen hahaha).

Setelah mendekati hotel Vina merapihkan celana ku dengan hati2 supaya ngak terjepit resleting celana, lalu kita masuk ke loby dan pesan room.

Setelah sampai di kamar kami langsung saling berciuman dengan ganasnya… dan tangan Vina mulai membuka kancing baju aku satu persatu sambil tetap manikmati lidah aku di dalam mulutnya….. setelah semua kancing baju aku terbuka dia mulai mengelus lembut dada aku dan melepaskan kemejaku…

Vina: “Badan kamu bagus sayang…. gk kayak laki aku jelek dan gendut….” lalu dia mulai menjilati puting dadaku yang agak berbulu sampai benar2 basah dan air liurnya menetes2…. sambil tangannya membuka ban pinggang dan menurunkan celanaku hingga aku hanya mengenakan CD.

Richo: Oughhh nikmat banget sayang…. kataku sambil menahan gairah yang kian memuncak… lalu gantian aku membuka baju Vina, Aku angkat bajunya hingga berada diatas siku tangannya sehingga ketiaknya yg berbulu tipis dan berkeringat terlihat jelas…

Aku makin nafsu melihat pemandangan ini dipadu juga dengan sepasang payudara yang tidak besar tapi bentuknya indah masih terbungkus bra hitamnya…. Langsung aku dorong dia perlahan hingga menempel tembok dan kujilati ketiaknya yg sangat membuatku bergairah….

Aroma tubuhnya benar2 membuatku tergila2… Vina pun menikmatinya terdengar dari desahan2nya dan nafasnya yg makin memburu…

Vina: Ahhh honey…. geli banget sayang…. aku baru pertama kali dijilatin di ketiakku……ssstttt oooohhhhhh…

Richo: Nikmatin aja sayang… aku pengen ciumin setiap jengkal tubuh kamu…..

Tanganku mulai menurunkan roknya dan cd nya yg sudah basah sedari kita masih dimobil tadi….. lalu aku buka bra hitamnya dan melepaskan semua bajunya sehingga terpampang jelaslah seluruh keindahan tubuh Vina yang begitu menggairahkan… aku ciumi leher, telinga, ketiak, dan dadanya….. aku mainkan putingnya yg sudah menegang di dalam mulutku, kupelintir2 putingnya dengan lidahku dan sambil kubiarkan jari2ku menari2 diatas mekinya….

Vina sangat menikmati permainanku, terasa di tanganku cairan terus keluar dari mekinya hingga benar2 basah… akhirnya kuputar menghadap tembok tubuhnya dan kujilati mulai dari tengkuknya hingga kedua bukit pantatnya yg seksi…..

Richo: Sayang kamu lebarin sedikit kaki kamu…

Vina: Iya sayang… kamu mau apain aku juga aku udah pasrah honey, kamu benar2 membuatku 

merasakan nikmat….

Lalu sambil berjongkok di belakang Vina yang sudah melebarkan kakinya aku mulai jilati pahanya sampai ke lubang pantatnya…..

Vina: Arggghhh sayy.aa..nnggg (Vina merintih keenakan) Jangan disitu… aku maluu…..  

Aku tak peduli dan sambil kujilati lubang pantat Vina yang bersih dan rapat itu aku mainkan jari jempol tanganku mengelus2 belahan Mekinya… dan kuputar2 tepat di itilnya yg sudah tegang….Lumayan lama aku dan Vina menikmati posisi ini sampai akhirnya Vina mendapatkan orgasmenya yang pertama…. Agak terkejut juga aku ketika dia orgasme, aku kira hanya di Film2 saja perempuan klo orgasme sampai kayak orang kencing… Ternyata Vina juga tipe2 perempuan yang seperti itu, tangan aku sampek basah kena semburan orgasmenya…..Benar2 istimewa….

Vina: Oohhhh GOD….. Yesss honey…… iiihhhhhh ahhhhhhh…. oooouuuhhhhhh….. Keluarrr sayaaannnngggg…… Ssssrrrrrtttt..

Tubuh Vina terguncang hebat ketika cairan itu menyembur dari mekinya, dan kakinya gemetaran hampir jatuh…

Aku dengan sigap langsung berdiri dan memeluknya dari belakang sambil mencium bibirnya….. sedangkan kontol aku sudah sangat tegang di dalam cd terjepit dibelahan pantatnya…. lalu aku arahkan dia ke tempat tidur…

Vina terlentang pasrah dan masih terlihat mukanya sedang menikmati orgasmenya barusan.. langsung aku ciumi payudaranya dan tangan Vina mulai bermain2 dengan kontol aku yang keluar sebagian dari CDku…. Kujilati seluruh payudaranya dan kuciumi bibirnya….

Vina: Sayang kamu tiduran sini…aku pengen jilatin dede kamu….(sambil dia menarik aku untuk rebahan disamping dia….lalu dia dengan telaten melepas CD ku hingga kontolku terbebas dan terlihat gagah)

Wow honey… aku sampek merinding lihat dede kamu… aahhhh…. (langsung diemutnya kontolku sambil jari2nya yg mungil menari2 di biji kontolku)

Richo: Oh Shit… Kataku menahan sensasi nikmatnya perlakuan Vina terhadapku…..

Vina: Enak sayangku??? klo Vina giniin suka (katanya sambil memasukkan batang kontolku hingga menyentuh tenggorokannya)

Richo: Arrrghhhh ….. aku hanya bisa mengerang ketika terasa kepala kontolku terjepit tenggorokannya… 

Vina: Aaahhhh… enak sayang? tanya dia lagi sambil mengocok kontolku yang urat2nya makin macho… lalu dia basahi tangannya dengan ludahnya dan dia lumuri semua kontolku dengan tangannya itu….Ouuhhh honey… aku pengen banget… katanya sambil mengusap2 kontolku dengan kedua tangannya yg basah itu….

Lalu dia mengambil posisi diatas dan perlahan2 dia gesek2an kepala kontolku dengan mekinya….. Ahhhh… nikmat sekali rasa geli dan licin

bercampur jadi satu…. lalu dia tekan pelan2 hingga kepala kontolku masuk ke mekinya….

Vina: Eeesssstttt aaahhhhh Enak banget sayang Dede kamu….(matanya terpejam dan kepalanya mendongak menikmati kepala kontolku yang memasuki mekinya yang basah dan sempit)

Richo: aahh yess honey…. masukin lebih dalem lagi ya…. kataku sambil kudorong keatas pantatku pelan2 sampai akhirnya batang kontolku masuk setengah… Vina menjerit tertahan

“Eghh!!! Eeeennaa…aaakk….Oh God” sambil dia tekan terus kontolku hingga masuk semuanya….

“Bless…. Ya ampun mentok banget honey!! AaaahhHHHH!!! Kamu jgn gerak dulu, aku aja yg gerak…” Kata Vina dengan wajah agak tegang antara nikmat dan takut cidera..

Vina mulai bergerak perlahan maju mundur menikmati kepala kontolku menggesek dinding terdalam mekinya… makin lama makin cepat Vina bergerak dan kuimbangi dengan kuputar2 pinggulku sehingga terdengar suara becek dari mekinya…..

Vina: Aaahhh Sayanggg… Nikmat banget…. ouuuhhh … aaakk…ku baa..rruu ka..lliii ini… nger..a.aasss.aainn ML kk..aaa…yyaaa..g.iiinii.

Aku makin gemas melihat wajah cantik Vina memerah karena birahi yang sangat tinggi… lalu kupeluk Vina hingga menimpa tubuh aku….

Kupeluk dia dan mulai kunaik turunkan kontolku dengan tempo sedang…. Terdengar rintihan2 kenikmatan Vina di telingaku setiap kontolku menghantam dinding rahimnya… Aaaahhh…. 

Yeeessss… OOOoohhhh… TTerr…uuu…sss Say…aaa…nnnn..ggg….. sekitar 5 menit Kukocok meki Vina hingga cairan mekinya terasa membasahi biji kontolku…. Saaayaaannggg…. aakuuu mm..aaa..uu kkk..eeee..ll.uuuaaarr La…ggg..iiii Rintihnya, dan dia langsung menekan dadaku hingga posisinya tegak dan dia tarik mekinya sampai copot dari kontolku… dan akhirnya….

“AAAAAAAHHHHHHHH HONNEEEEYYYYYY….. Crreettt …Sssrrrttt….” Semburan hangat dari meki Vina Sampai membasahi seluruh kontolku dan perutku….

Tubuh Vina langsung menindih ku dan terkulai lemas diatasku sambil nafasnya memburu dan badannya berguncang2…

“Benar2 luar biasa…Pikirku” sekarang gantian kamu yg harus puas sayang katanya dan dia langsung nungging disebelah aku dengan gaya doggy style.

Aku pindah kebelakangnya dan mulai menempatkan kontolku di bibir mekinya yg sudah basah gk karuan dan mengeluarkan aroma khas kewanitaannya…. Kumasukkan perlahan kontolku sampil kupegangi pinggulnya yg agak bergetar ketika kontolku menempel di bibir mekinya… kudorong pelan2 hingga setiap senti kontolku yang masuk bisa kami nikmati bersama2… Aaaahhh…. enakkk bangett sayangg meki mu… desah aku sambil mendorong masuk kontolku ke dalam mekinya yang sempit dan basah itu…dia juga meremas2 sprei dengan ganas dan menggeleng2kan kepalanya setiap aku mendorong masuk dan bibirnya digigit2 oleh dia menahan kenikmatan… akhirnya ketika tinggal sedikit lagi masuk semua aku hentakkan tiba2 hingga terasa bener2 mentok di dalam mekinya, dan Vina pun menjerit tertahan

“ArrggHH Terus Sayang….”

Dengan nafsu yang menggebu2 kulebarkan pantatnya dengan kedua tanganku dan ku keluar masukkan dengan cepat kontolku ke dalam mekinya hingga berbunyi “Prett,,, Breeett…. Preettt… Brettt… AaaahhHHH Yeeessss… Ohhh GOD…..” Aku tarik rambut Vina dari belakang seperti menunggangi kuda, dan dia suka itu

“Fuck mee honeeyyy… aaahhhh shiiitt…” Vina meracau tidak karuan dan aku pun mendesah2 dengan nafas menggebu2….

Kutarik kontolku sampai lepas dari mekinya dan kuhujamkan lagi sedalam2nya berulang-ulang kali sampai Vina orgasme lagi dan kali ini tidak sampai menyembur tapi sampai menetes2.. aku tidak peduli lagi, jari jempol tanganku kumasukkan juga ke dalam lubang pantat Vina

“AaahhhHH Saayaanggg… kkkaa…mmuuu App..aa.i..n Iitttu…Enak.. Baa…nngg…eeettt” Vina makin menggila dan bersemangat, Keringat kami bercucuran deras kucabut jempolku dari lubang pantatnya dan dia kutekan sampai posisi tengkurap..

lalu aku dengan posisi seperti push up menghajar mekinya dengan kontolku…

“Aaahhhhh Sayaaanngggg Semmpiitt Bangetttt” kata aku…

Vina sudah tidak mampu meladeni omongan aku hanya mendesah2 dan menjerit keenakan ketika kumasukkan kontolku dalam2… akhirnya setelah 15 menit aku pun hampir orgasme, kutindih tubuh Vina dari belakang dan kuciumi bibirnya sambil kupompa terus lobang mekinya….

Vina menciumi bibirku sambil mendesah2 kenikmatan…. Lalu aku bilang

“Honeyyy aakkuu mauu keluarrrr… pengen bareng sama kamu…..”

Iya sayang…kelll…uuuaarrr… ba,,rrre,,,ng…. A.kk…uu… Ahhhh… Ouhhhhh….. Dii.. d..aaalleem.. aajjaahh Ahhhh….. OHHHH… FuCkKKKK///… Jawab Vina sambil terasa cairan hangat di kontolku… aku pun langsunggg memompa sekuat tenaga yg tersisa….Saaaayyyaaaanngg… 

Keeellluuuaaarrrrrr… AaaAarrrGGhhH!!

Akhirnya Spermaku yg sudah ingin berlomba2 menyembur keras sampai 3 kali klo gk salah hitung ke dalam meki Vina… dan akhirnya aku terkulai lemas menindih tubuh Vina yang masih bergelinjang kenikmatan dari belakang, dan kubiarkan kontolku didalam mekinya menikmati kehangatan dari meki Vina..

Habis itu kita berdua berciuman dan dia menjilati tubuh aku yang masih berkeringat lalu kita mandi dan memesan makan malam….

Itulah pengalaman saya dengan teman sekantor saya, dan Kami masih sering melakukannya bila ada kesempatan… Vina adalah wanita pertama yang bisa membuatku merasa benar2 puas di tempat tidur dan dia juga merasakan yang sama.

Friday, May 15, 2020

Ngentot Dengan Janda Cantik


KASIR4D - Pengalaman ini kualami baru 2 bulan yang lalu, dan ini merupakan pertama kalinya aku melakukan hubungan badan dengan seorang wanita. Tepatnya dengan seorang tante, panggil saja namanya tante Dewi, dia seorang janda yang ditinggal mati suaminya sekitar 4 tahun yang lalu, umur tante Dewi sekarang 36 tahun, mempunyai seorang anak yang masi kecil berusia 5 tahun.

Dia sebenarnya sering sekali datang ke Malang, dan memang mempunyai sebuah rumah di Malang, serta mempunyai seorang anak angkat yang juga merupakan anak dari kakaknya. Namanya Fandri, dia juga sedang kuliah dan tinggal di kos yang sama denganku, tapi dia lebih muda dariku dua tahun. Kami lumayan akrab, sehingga kami sering keluar atau pergi jalan bersama. Togel Online

Perkenalanku dengan tante Dewi, adalah ketika kunjungannya ke Malang, karena sebenarnya dia berasal dari Jakarta. Pada waktu itu, aku diajak makan siang bersama oleh Fandri, dan katanya ada tantenya yang datang ke Malang bersama anaknya. Fandri berjanji untuk bertemu tantenya di sebuah mall yang cukup terkenal di Malang. Setelah menunggu selama hampir setengah jam, akhirnya kami bertemu dengan tantenya. Pertama kali melihat tantenya, pandanganku seperti tidak bisa ketempat lain lagi.

Aku begitu terpesona melihat penampilannya, begitu rapi, cantik dan seksi. Mukanya yang putih dan mulus, rambutnya yang panjang terurai, membuatnya terlihat begitu merangsang, serta tubuhnya yang langsing, pinggang yang ramping, dan ukuran tubuh yang tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 160cm. 

Dadanya yang montok, besar dan kencang, mungkin sekitar 34D, ditambah lagi dengan memakai kemeja putih ketat dengan kancing bagian atas yg dibuka, sampai buah dadanya yang besar itu terlihat begitu indah dan montok, tampak menyembul, seperti mau keluar dari pakaiannya.  

Pantatnya yg bulat dan kecil itu, terlihat begitu padat. Adik kecilku bahkan sempat menegang , karena melihat keseksian, keindahan, kemontokan tubuhnya, bahkan cara jalannya yang terlihat seperti di catwalk. Dalam diriku tidak berhenti memuja tubuh yang sangat seksi itu, dan betapa nafsu laki-laki aku muncul, karena itu kali pertamanya aku melihat pemandangan yang begitu merangsang. Jujur saja, aku sangat pengen meremas-remas dada dan bokongnya itu, tangan ku sudah gatal rasanya. Tapi aku masi bisa menahannya.

Setelah itu kami saling berkenalan, tangannya yang kecil itu begitu lembut. Dan dilanjutkan dengan makan siang bersama, kami berbincang-bincang dan menjadi dekat, karena tante Dewi orangnya gaul, jadi semua pembicaraan kami terasa nyambung. Selesai makan, kami diantar pulang ke kos oleh tante Dewi. Sayang sekali aku tidak menanyakan no hpnya. 

Setalah hari itu, kami makin sering bertemu, karena tante Dewi sering mengajak kami pergi makan dan jalan-jalan. Dan aku menjadi semakin menginginkan untuk menikmati tubuhnya itu. Tante Dewi sering telpon-telponan denganku, kadang hanya untuk ngobrol saja, tapi tante Dewi lebih sering menelponi aku daripada anak angkatnya. Bahkan sempat dia memintaku untuk menjadi anak angkatnya, tapi aku hanya menganggapnya basa-basi saja.

Tak terasa sudah berapa kali kami bertemu, dan akhirnya aku menjadi benar-benar akrab dengan tante Dewi.. dan tante Dewi mengajaku untuk menginap ditempatnya. Semula aku menolak, tapi tante Dewi tetap memaksa seperti anak yang manja, akhirnya aku terima ajakannya. Aku hanya pura-pura menolak, tapi sebenarnya aku mau menginap ditempatnya.

Malam itu, aku dan tante Dewi duduk-duduk di lantai teras rumahnya di lantai paling atas. Angin malam yang menyejukkan, dan suasana yang tenang, membuat kami merasa lebi santai. Ketika itu anak-anaknya sudah tidur.

Karena aku dan tante Dewi sudah akrab, maka aku memberanikan diri bertanya-tanya sesuatu yang “nakal”.

“tante ngga ngerasa kesepian, kalau malem-malem ga ada yang temenin tidur.. hehe..”, candaku pada tante Dewi..

sebelumnya tante Dewi tampak terdiam tidak mau menjawab, hanya tertawa kecil, tapi akhirnya, “Nakal juga kamu ya..”

“emang sih kesepian.. tapi mau gimana.. ga ada yang menghibur.. “, lanjutnya dengan sedikit mengeluh.

“hahaha.. kalau tante bole.. aku mau menghibur tante..”, candaku lagi.

“haha.. emangnya kamu bisa apa.. belum ada pengalaman, trus ntar malah tante yang kecewa..”, tanyanya, sambil memancingku.

“iya.. tapi setidaknya aku pernah liat dan tau cara-cara ama

posisi-posisi nya..”, candaku dengan sedikit menantang.

“yuk masuk aja.. tambah dingin aja nih di sini..”, ajaknya dan mengubah topik. Dan kami pun masuk kedalam.

Tante Dewi memintaku mengunci pintu, setelah selesai menguncinya, ternyata tante Dewi masih berdiri di sana. Kami saling bertatapan, cukup lama, tapi tidak berbicara satu katapun. Pikiran ku mulai kacau, dan berpikir yang tidak-tidak. Benar saja, tiba-tiba tante Dewi memegang kedua tanganku, dan dengan senyuman nakal menarikku ke sebuah kamar, kamar yang disediakannya buatku selama aku menginap di tempatnya.

Aku didorong ke ranjang, dan terduduk diatas ranjang yang lebar itu.

Tante Dewi langsung saja mendatangiku, meloncat dan duduk diatas pahaku, kedua tangannya memegang erat rambut belakangku. Dan dengan tiba-tiba tatapan matanya berubah menjadi tatapan nafsu yang sangat besar.

“Tunjukin ke tante kalau kamu emang tau cara-caranya..”, setelah itu langsung saja dia mencium bibirku dengan buasnya, tangannya yang memegang kepalaku bergerak-gerak memegangi dan menjambaki dengan kuat seluruh rambutku. Tubuh kami bergerak maju mundur mengikuti gerakan kepala kami. 

Lidahnya bergerak-gerak dengan cepat di dalam mulutku, aku membalasnya dengan menggerak-gerakan lidahku juga.

Ternyata saat itu aku baru sadar bahwa nafsu seks tante Dewi ternyata besar sekali, dapat kulihat dari caranya, bagaimana tante Dewi ingin melumat lidahku. Ketika lidahku masuk dan meraba-raba rongga mulutnya, giginya mengigit-gigit dan mengisap-isap lidahku seperti mau menelannya bulat-bulat, kami seperti sedang bermain pedang-pedangan dengan lidah didalam mulut kami.

Aku sudah tidak berpikir apa-apa lagi, kecuali malam ini aku harus menikmati tubuh tante Dewi sampai puas, akan kulampiaskan semua nafsuku yang tertahan selama ini pada tante Dewi.

“emmm.. emmmm.. ssshhh..aaahh.. ssshh.. aaahh..”, suaranya mendesah.

Ketika sekali-sekali tante Dewi mengigit bibir bawahku, aku gigit pula bibir atasnya. Begitu juga ketika tante Dewi mengigit bibir atasku, maka aku menggigi bibir bawahnya.

Kupegang kedua pahanya, kuleus-elus bagian dalam serta luarnya, sampai akhirnya aku menaikan kedua tanganku dan mencengkram sekuat-kuatnya kedua pantatnya yang bulat itu.

“ahhh….”, teriakannya kecil.

Tangan kananku memeluk erat-erat pada pinggangnya yang ramping itu, sampai buah dadanya itu terjepit diantara tubuh kami. Karena aku ingin merasakan kedua buah dadanya menempel didadaku, 

Begitu besar, begitu empuk, dan betapa dapat kurasakan kedua putingnya mengeras di dadaku.


Tangan kiriku tetap memegang kedua pantatnya itu, kumasukkan tanganku kedalam celana karetnya, berulang kali aku meremas-remas pantatnya itu dengan kuat-kuat, lalu kuelus-elus dan kuraba-raba, “aaahh..”, suara itu yang sangat ingin aku dengar dari mulutnya.

Akhirnya kumasukkan jari-jariku kedalam belahan kedua pantatnya. Dengan jari-jariku dapat kurasakan hangat disekitar lubang pantatnya itu. Aku bermain-main dengan jari-jariku dan aku gelitik-gelitik luang duburnya itu, dan terasa tubuhnya berkejut-kejut kegelian, tangan kanannya memegang kuat-kuat pergelangan tangan kiriku untuk menahan rasa geli jari-jariku di duburnya.

Jariku dapat merasaka bagaimana duburnya mengejang kegelian.

Setelah cukup lama kami berciuman, tante Dewi melepaskan bibirku, lalu dia berdiri dan membuka baju, celana dan CDnya. Dan kulihat pemandangan yang begitu menakjubkan ketika tante Dewi mengangkat kedua tangannya, dadanya yang besar itu ikut terangkat, lalu turun dan begoyang-goyang, ahh… betapa beruntungnya aku dapat melihatnya dengan begitu dekat.

Aku tidak malu-malu lagi, maka kulepas juga semua pakaianku, sampai kami benar-benar telanjang bulat. Aku tak sempat melihat semua bagian tubuhnya, tapi yang pasti bulu-bulu di sekitar mem*k tante Dewi itu telah dicukur habis, membuat mem*knya terlihat lebih bersih dan lebih segar. Adikku sudah mencapai 80%.

“dicukur tante..?”, tanyaku, tante Dewi hanya membalas dengan senyuman dan tidak berkata apa-apa. 

Setelah itu kami lanjutkan lagi ciuman kami, semakin lama mulut kami semakin penuh dengan ludah kami yang telah bercampur, begitu kental, begitu nikmat, dan begitu banyak sampai menetes keluar dari sela-sela mulut kami, dan sampai aku merasa seperti sedang meminum segelas air ludah kenikmatan bersama-sama tante Dewi. Tiba-tiba tante Dewi menyedot semua ludah-ludah itu kemulutnya dan melepas mulutku.

Dengan tatapan mata dan senyuman yang nakal, tante Dewi mengeluarkan air ludah itu, membiarkannya mengalir seperti air terjun, dari mulutnya ke dagunya, lehernya, membasahi dadaku dan dadanya, dan akhirnya turun sampai ke pangkal paha kami, membuat gesekan tubuh kami terasa menjadi lebih licin. 

Melihat itu, mulai kuarahkan kepalaku untuk menjilati air ludah, tapi tidak kutelan, mulai dari sudut-sudut bibirnya, lalu dagunya, lehernya, betapa air ludah itu terasa lebih nikmat, karena telah bercampur dengan keringat tante Dewi.

Kubungkukkan badanku sedikit, sehingga mendorong tubuh tante Lin sedikit kebelakang, dan akhirnya mukaku sampai tepat didepan dadanya,

“besar banget tante..”, kataku spontan, aku tidak melihat matanya, tapi aku tahu kalau dia tertawa gembira.

Kubaringkan badanya ke ranjang, tante Dewi dibawah dan aku diatas menindihnya. Lalu kuciumi, kusedot-sedot dan kugigit-gigit kecil puting susunya, tanganku meremas dadanya yang lain, jariku secara refleks mulai memutar-mutar dan mencubit-cubit kecil puting susunya.

“aaahh..”, desahnya.. Kubuka mulutku selebar-lebarnya dan dengan sedikit memaksa aku mencoba 

“memakan” dadanya sebanyak mungkin. Aku ingin “menelan” semua dadanya. Kuremas, Kugigit, kujilat dan kusedot, semua itu kulakukan berulang-ulang kali sampai aku puas.

“ssshhh..aahhh..aah..aah..”, desahannya semakin membuat nafsuku menggebu-gebu.

Setelah puas dengan dadanya, aku mulai turun menciumi perutnya, menjilat-jilat pusarnya, kedua tanganku tetap memegangi dadanya, tangan tante Dewi tetap memegang kepalaku, mengikuti kemana kepalaku bergerak.

Akhirnya aku sampai di depan mem*knya, yang ternyata sudah basah, aku mencium bau harum dan lembut dari mem*k dan disekitar pangkal pahanya.

Aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kujilat dan kugigit-gigit kecil klit nya, aku memainkan lidahku dengan cepat di duburnya, naik-turun dari pantat ke klitnya, berulang-ulang sampai daerah itu basah oleh ludahku.

“aaaaaaaaahhhh………..”, suara desahannya yang rendah, dan semakin kuat tante Dewi menjambak rambutku.

Kujilati mem*k nya seperti sedang menjilat es krim, es krim yang tidak akan pernah habis. Setelah itu aku belutut di ranjang dan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, sehingga kedua lututnya berada di dekat dengan kepalanya, selama dalam posisi kepala dan kaki dibawah tapi pantatnya terangkat seperti itu, kedua tangannya hanya bisa memegang pantatnya, menarik kekanan dan kekiri, sehingga lubang vagina dan lubang pantatnya dapat kulihat dengan jelas.

Tangan kiriku memegang perutnya, dengan badan kutahan punggungnya supaya posisinya tidak berubah. Dan dengan jari tengah serta telunjuk tangan kanan, kumasukkan kedalam vaginanya, kedua jariku bermain-main, berputar kiri-kanan, dan keluar masuk di lobang vaginanya.

“aaaahh… aaaahh..aaaahhh.. eennaaaakkk…”, kata tante Dewi sambil memejamkan mata, membuatku semakin bersemangat memainkan vaginanya.

“jangan berhentii…. trussss…. aaaahh…”

Setelah cukup lama aku bermain-main dengan mem*knya, akhirnya tubuh tante Dewi seperti kejang-kejang, dan bergerak-gerak dengan cepat serta kuat, sampai aku sedikit kewalahan menahan posisinya.

“aaaah.. aaaa..aaaaaaaaaaaaahh..”, kata tante Dewi, sembari tubuhnya mengejang-ngejang, lalu keluar cairan putih kental yang cukup banyak dari dalam vaginanya, membasahi tanganku dan daguku, dan menyebar ke dadaku dan perutnya, aku tidak tahu cairan apa itu, baunya pun tidak begitu sedap.

“haah.. hah.. hah..hah..”, suaranya kecapekan, disertai keringat yang bercucuran dan tubuhnya mulai melemas.  

Tangannya pun jatuh terkulai keranjang, tante Dewi terlihat seperti orang yang sudah KO.

“Jilatin franss… jilatin yaa.. sampe bersih…”, kata tante Dewi dengan manja.. Semula aku tidak mau, tapi setelah mendengar permintaan manja tante Dewi, akhirnya kulakukan juga. Padahal penisku saja belum kumasukan kedalam vaginanya, tapi tante Dewi sudah kecapekan.

Tapi aku juga sebenernya sudah kecapekan berada di posisi seperti itu, tanganku sudah pegal-pegal, tapi nafsu dan semangatku masih besar, karena aku belom puas, jadi tidak boleh putus di tengah jalan.

“hahh.. franss.. jari kamu bener-bener nakal..”, katanya

terengah-engah.

“sini frans..”, panggilnya sambil menarik kepalaku mendekat ke mukanya.

Dengan begitu aku menindih badannya, dadanya yang besar itu mengganjal tubuhku, dan kubiarkan juga penisku terjepit diantara tubuh kami. Aku dapat merasakan detak jantungnnya, desahan nafasnya yang telah kecapekan. Kedua tangannya melingkar memeluk leherku, kakinya juga melingkat dan melipat di punggungku.

Tanganku memegang pinggangnya, meraba-raba dari atas ke bawah, dan satunya lagi mengelu-elus rambutnya yang panjang dan terurai itu. Tubuhnya benar-benar dibasahi oleh keringat. Aku sengaja menggerakkan tubuhku maju-mundur, sengaja membuat penisku yang masih tegang itu mengosok-gosok mem*knya, sengaja kuraba-raba pinggiran dadanya yang ikut berbergerak maju mundur, kulakukan supaya dapat membuatnya bernafsu lagi.

“frans, tante suka banget cara lu ngobokin vagina tante..”, kata tante Dewi memjuaku.

“jadi gimana.. tante puas ga..”, tanyaku. 

“puas banget.. baru begitu aja tante uda kecapekan..”, katanya sambil memegang pipiku dan menatap mataku dalam-dalam.

“tapi tenang aja.. tante masi kuat kok..”, lanjutnya menggoda.

Tanpa banyak bicara lagi, langsung saja aku mencium bibirnya.. Petandan mulainya ronde kedua.

“hhmmppp… hmmppp.. hemmmpp…”, desahannya menjukkan bahwa tante Dewi masih bernafsu. 

Perlahan-lahan aku mulai merasakan putingnya mengeras kembali didadaku, tangan dan kakinya memeluk tubuhku dengan lebih erat.

Tampaknya memang benar, nasfu dan stamina tante Dewi sudah kembali.

Cukup berapa menit saja, dan air ludah mulai memenuhi mulut kami.

Tante Dewi mendorong tubuhku kesamping, dan kamipun berganti posisi, aku dibawah dan tante Dewi diatas.  

Disedotnya kembali semua air ludah itu, perlahan-lahan tante Dewi menegakkan badannya. Tante Dewi pun melakukan hal tadi, mengeluarkan air ludah itu sedikit demi sedikit ke dadaku, perutku, lalu akhirnya membanjiri tubuhnya sendiri, air ludah itu terus turun dengan cepat sampai membasahi penisku yang berada terjepit diantara bagian dalam pangkal pahanya dan tubuhku. 

Dengan senyuman dan tatapan mata nakal, tante Dewi memundurkan tubuhnya, lalu membungkuk, sambil memegang penisku, tante Dewi menumpahkan sisa air ludah itu ke penisku.

“wow.. lumayan juga punya kamu yaa…”, katanya dengan bernafsu, sambil memegang erat penisku.

“tadi sudah giliran kamu.. sekarang giliran tante buat kamu

kecapekan..”, setelah itu, tante Dewi mulai mengecup kepala penisku.

Tangan yang satunya memegang, memainkan dan menekan-nekan, bahkan kadang digenggamnya dengan kuat buah pelirku.

“Aaah…”, kataku karena rasa nyeri di buah pelirku.

Dengan posisi kakiku yang terbuka lebar, tanpa banyak bicara lagi, tante Dewi dengan tatapan nakalnya mulai menjilati dari pangkal batang sampai keujung penisku. Tanganku memegangi rambutnya, karena aku ingin melihat pemandangan yang tak ingin aku lewati, bagaimana tante Dewi menjilati penisku dengan nafsunya. Digititnya kecil ujung penisku, rasanya geli sekali. Dikulum-kulumnya penisku, dijilatnya seperti sedang menjilat batang eskrim kenikmatan yang tidak akan pernah habis.

Sekarang giliran buah pelirku ikut di makannya, dimasukkan kedalam mulutnya bersama dengan bulu-buluku. Lidahnya bermain dengan cepat didalam mulutnya, sesekali pelirku seperti sedang dikunyah oleh tante Dewi. “aaahh..”, teriakku kecil, menahan sakit.

Penisku sudah basah sekali oleh air ludah tante Dewi, nafsunya seperti sudah tidak tertahan lagi. Penisku teraa panas gara-gara bergesekan dengan mulut dan tangannya. Kepalanya naik turun dengan cepat diikuti dengan tangannya. Sesekali kepala penisku ditarik dengan kuat oleh giginya. Geli sekali.

Cukup lama tante Dewi bermain-main dengan penisku, kira-kira hampir setengah jam, akhirnya aku sudah tidak tahan lagi.

“aaaaa.. tanteeeee…”, teriakku panjang.

Mendengar seperti itu, tante Dewi makin mempercepat gerakan mulut dan tangannya. Otot kakiku sudah mengejang menahannya, akhirnya.. crrttt.. crrttt.. keluar juga spermaku. Tante Dewi tidak mengeluarkan penisku dari mulutnya, dengan nafsu tante Dewi menjilati semua spermaku, tidak dibiarkannya setetespun mengalir keluar.

Semuanya ditelan tanpa sisa, bahkan penisku masi disedot-sedotnya. Begitu bernafsunya sampai tante Dewi terlihat seperti wanita yang benar-benar kehausan akan spermaku.

“aaahh.. punya kamu hangat sekali rasanya.. nikmat banget..”, kata tante Dewi.

“ha ha.. sekarang kita satu sama..”, lanjutnya dengan gembira, sambil menindih badanku.

Kami berpelukan diranjang, saling meraba-raba tubuh. Kuelus pahanya yang mulus, sedangkan tante Dewi mengelus-elus perut dan dadaku. Kami saling bertatapan dan saling memuji.

“enak sekali tante.. tante jago banget..”, kataku, menikmati bagaimana enaknya pengalaman dioral oleh seorang wanita cantik.

“kamu juga hebat.. tante suka de sama kamu.. bisa tahan selama itu…”, balasnya nakal.

Aku begitu lelah, rasanya sudah tidak ada tenaga lagi. Aku melihat tante Dewi, tampaknya ia juga dalam keadaan yang sama denganku.

Tak banyak bicara, tante Dewi mengecup dahiku.

“kita bobo dulu aja ya sekarang.. tante pengen lanjut tapi lemes banget rasanya..”, katanya.

“iya tante.. aku juga capek banget.. tante emang top..”, balasku.

Tampak tante Dewi tersipu malu dan tertawa kecil. Sebenernya nafsuku masih besar, tapi keadaan tubuhku tidak memungkinkan. Aku juga tidak mau memaksa tante Dewi yang sudah sangat kecapekan.

Begitu lemas, akhirnya kami tidur berpelukan, saling menghangatkan. Kupeluk erat-erat tubuh tante Dewi seperti sedang memeluk bantal, aku masih ingin merasakan dadanya yang besar itu. Dengan pahanya tante Dewi mengelus-elus pahaku.

Aku merasa senang sekali mesikpun aku tidak puas malam itu.

Mulai dari keesokan harinya, aku merasa tante Dewi menjadi semakin sayang padaku. Ia memenuhi semua kebutuhan dan keperluanku. Dalam 2 bulan terakhir ini, kami telah melakukan hubungan sex lagi sekitar 10 kali dan kami lakukan setiap ada kesempatan. Pernah kami lakukan ketika didalam mobil, dikamar mandi, dikamar anaknya bahkan sempat diatas ranjangnya, ranjang tempat dimana tante Dewi dan almarhum suaminya tidur.

Thursday, May 14, 2020

Ngentot Dengan Adikku


KASIR4D - Perkenalkan nama saya Reno 28 tahun seorang karyawan yang merantau ke Jakarta. Dikota ini saya mencari makan disini pula saya mendapatkan banyak pengalaman.

Saya tinggal di perumahan yang orang-orangnya individualis cuek jadi tidak terlalu jadi pikiran.

3 Minggu yang lalu adikku Rita 20 tahun menikah dengan pria pujaannya saya senang tapi juga sedih, karena adikku yang dulu suka bermanja-manjaan denganku, curhat denganku dinikahi pria lain.

Sedih bercampur kesepian ku rasakan saat ini, disaat melamun itu tiba-tiba hapeku berdering, Ku lihat namanya ternyata dari adikku Rita.

“Halo kak, kakak dimana? Rita ikut kakak yaa?!” (Sambil nangis) Togel Online

“Kamu kenapa dek? Kok nangis? kakak dijakarta..”

“Nanti Rita ceritain pokoknya Rita mau ke tempat kakak kalau tidak boleh Rita ingin mati saja!”

Karena saya rasa masalahnya serius,
“Baiklah kakak jemput diterminal ya nanti kasih tau kamu pake baju apa”

Singkatnya adikku sudah diterminal dan saya lihat adikku memakai sweater Hoodie pink dengan celana levisnya.

Aku terpana melihatnya semakin cantik saja adikku ini.

“Rita!” Kataku memanggil.

Adikku berlari dan memelukku erat sambil menangis, ” kak Rita kangen kakak biarkan Rita tinggal bersama kakak..”

“Iyaa kakak ijinin sekarang kita kekontrakan kakak ya nanti kamu ceritain ada apa sebenarnya kamu ninggalin suami kamu”

Sampailah kami berdua dikontrakkan kecilku yang sederhana, dikontrakkan ku biarkan adikku istirahat ku kasih minum dan makan tapi ternyata makannya hanya sedikit sedang tidak nafsu katanya.

“Kak Rita mau pipis kamar mandinya disebelah mana?”

“Dibelakang dek pas mentok belok kiri”

Dibuka sweaternya ku lihat teteknya agak besar dibalik kaos putihnya padahal dulu sebelum menikah tumbuh sedikit.

Adikku jalan kekamar mandi ku lihat dari belakang, pantatnya terlihat kencang bergoyang seperti itik yang sedang berjalan dengan pinggangnya seperti biola Spanyol.

Setelah dari kamar mandi adikku datang menemuiku yang sedang tiduran dilantai keramik beralaskan karpet merah tebal.

Adikku duduk bersandar diranjang spring bedku dan aku mulai membuka pembicaraan.

“Coba kamu ceritakan dari awal kenapa kamu pergi ninggalin suami kamu padahal dulu kamu juga yang mau sama dia?”

Sambil menangis Rita adikku berbicara.

“Memang waktu itu ayah ibu juga setuju akupun mau karena dia anak orang kaya, tapi setelah beberapa Minggu bersamanya semua baru terbongkar mobil dia mobil rental dan dia banyak hutang dimana-mana. Rita benci dan sakit hati dibohongi, satu-satunya lelaki yang Rita percaya adalah kakakku sendiri yang selalu mendukung Rita sedari kecil, ayah ibu malah ngomelin Rita dan terus memojokan Rita seolah Rita yang salah. Rita memutuskan ingin tinggal bersama kakak disini..”

“Kakak malah senang Rita bisa bersama lagi, kakak juga kangen Rita tinggallah disini selama Rita betah bersama kakak..”

Lama ngobrol ngalor ngidul dan tertawa bersama adikku tertidur pulas di karpet tanpa bantal. Tidurnya telentang membuatku gemes ingin sekali memperkosanya.

Payudaranya terlihat empuk dibalik jeansnya yang ketat terbentuk vaginanya yang tembem.


Tiba-tiba saja penisku berontak bangun tahu saja dia kalau ada mangsa didepannya. Ku coba mendekat dan ku amati sekujur tubuhnya ingin sekali aku menindihnya. Ku angkat bangunkan dia agar pindah ke kasur soalnya malam hari udaranya dingin apalagi diluar hujan deras.

Sambil menekan perutnya aku bilang, “Rita sayang bangun pindah gih ke kasur disini dingin nanti kamu sakit sayang…”

“Males bangunnya kak badanku lemes mual-mual..”

“Ya sudah kakak angkat kamu ya ke kasur yaa?”

Sambil senyum adikku mengangguk, “hemmm…”

Ku angkat tubuh montoknya dengan gaya seperti membawa pengantin baru ke kasur.
Setelah dikasur adikku ngomong “Kakak tadi bilang sayang yaa ke Rita?”

“Iyaa kakak mana sih yang tak sayang sama adiknya yang cantik, kalaulah Rita bukan adikku sudah kakak cium”

Adikku menatap mataku dengan serius lalu duduk dipinggir kasur sejajar denganku “Kalau kakak berani cium Rita sekarang”

“Emang boleh ya kamu gak akan marah kan? Kakak takut kamu menyamakan kakak dengan lelaki yang sudah menyakiti kamu itu…” Padahal saat ini saya sedang sange sama adikku ini.

“Kalau Rita gak percaya sama kakak mana mungkin Rita nyuruh kakak cium Rita…”

Ku bergeser mendekatinya lalu ku pegang kedua pundaknya dengan kedua tanganku, mulailah aku menciumnya dengan lembut dan lama kedua mata kami saling bertatapan.

Entah apa yang saya rasakan hatiku dipenuhi rasa cinta terhadap adikku ini.

“Jujur dek kakak cinta kamu, kakak juga sayang kamu maukah Rita jadi pacar kakak? Kakak janji gak akan membuat Rita bersedih dan akan selalu kakak bahagiakan”

Kata-kataku membuat adikku menangis sambil tersenyum dan mengangguk. “Iyaa kak Rita mau jadi pacar kakak, Rita percaya meskipun kakak tidak mengatakannya”

Ku cium bibirnya yang tipis melumatnya dan bertukar ludah aku menelan ludahnya diapun sama, ku rebahkan dia dikasur yang empuk sambil ku terus menciuminya sampai lehernya pun ku gigit pelan dan ku hisap sampai ada bekas merah dilehernya.

“Kaosnya kakak buka yaa”

“Iyaa kakak bawel” diangkatnya kedua tangannya dan sayapun menariknya ke atas.

Terlihat dadanya yang putih dan BHnya yang putih, ku endus bagian atas payudaranya lalu ku ciumi pinggirannya, tak puas sampai disitu ku tarik BHnya keatas. Wow! Teteknya montok seperti mengandung banyak susu.

Langsung saja ku hisap putingnya kuat-kuat dan ku remas pelan. 

Adikku melihatku sambil mengelus kepala kakaknya “ohh kak Rita sayang kakak…”

Dari bibir turun ke dada terus semakin turun keperutnya, penisku terus-terusan menggeliat berontak ingin keluar dari celanaku yang sesak.

“Rita kakak buka ya celana kamu kalau gak boleh akan kakak sudahi sampai disini” berharap adekku membolehkan.

“Rita percaya kakak buka aja kak…”

Ku buka celana jeans-nya ku tarik kebawah dan terlihatlah paha mulus dengan vagina yang masih terbungkus CD.

Sayapun membuka baju juga celana kolorku juga celana dalamku.

Adikku kaget melihat untuk pertama kalinya penis kakaknya yang besar hitam berurat dengan kepalanya yang besar sekitar 26 cm panjangnya.

Ku ciumi vaginanya diluar CDnya tidak menunggu lama ku tarik kebawah sampai terlihat jelas vagina tanpa bulu putih dan mulus.

Bertahun-tahun tak ku keluarkan air maniku ternyata saat ini lah rahim adikku yang akan menampungnya. 

Tak bisa ku tahan lagi ku jilati terus vaginanya dengan rakus meskipun sudah tidak perawan lagi.

Ku kabulkan keinginan penisku yang uring-uringan, “dek kakak sudah tak kuat, kakak setubuhi kamu boleh?”

Dilebarkannya kaki adikku ini olehnya sambil memegang kedua lututnya dan dirapatkan ke perut. Tak menunggu lama ku oles-oles belahan vaginanya keatas kebawah dengan kepala penisku, sepertinya penisku bahagia sekali diperlakukan seperti itu. 

Puas mengoles-olesnya mulai ku tekan penisku kelubang vagina adikku, pas saya tekan adikku mengeluarkan suara, “ahhhh… Kak sakit pelan-pelan, penis kakak gede banget”

Aku termenung kenapa bisa susah masukinnya padahal adikku sudah menikah dan pasti sudah tak perawan lagi? Tapi rasanya begitu menjepit dan meremas kepala penisku seperti ada dinding penghalang dilubang vaginanya?

“Kak sebenarnya Rita masih perawan, pas malam pertama suamiku penisnya kecil pendek jadi tak bisa sampai ke selaput dara Rita, kakaklah lelaki pertama yang akan memerawani Rita”

Mendengar itu aku bahagia sekali dan menjadi berita baik, ku fokuskan kembali melakukan penetrasi ke vaginanya.

Benar juga pas kepala penisku masuk seperti ada dinding yang menghalangi. 

Kutekan pantatku kebawah mendobrak pertahanan adikku ini. Dan BLESSS…!!! Masuk semua penisku seutuhnya menerobos paksa kedalam ruangan kosong vagina adikku.

Punggungku dicakarnya mulutnya setengah berteriak, “Kaaakkkkk….!!!! Sakiiitt kaakk”.
Adikku meneteskan air mata.

Untuk mengalihkan rasa sakit divaginanya kucium bibirnya sambil menatap matanya dengan pandangan sayang. Melihat mataku adikku diam dan mulai mengerang ke enakan dan membalas ciumanku.

Mulai ku genjot vaginanya ku siksa dindingnya dengan penisku yang berurat, rasanya begitu lembut hangat memijat menyedot kedalam. Ku peluk adikku erat dan terus ku setubuhi dia. Baru kali ini penisku merasakannya tentu takkan ku sia-siakan.

Hujan diluar begitu bergemuruh suasana malam yang dingin kini terasa hangat.

Hampir 1 jam menyetubuhi adikku isi rudalku sudah siap menembakkan isinya, “kak Rita mau keluar ahhh…” Adikku orgasme duluan. Didalam vagina adikku berkedut-kedut membelai seluruh penisku. Terus ku percepat sampai akhirnya tak bisa ku tahan lagi, “kakak keluarkan didalam yaa sayang…”

Akhirnya sperma yang bertahun-tahun terkumpul menyembur deras menembakkan cairan kentalnya memenuhi rahim adikku.

Adikku mengerang dan menegang merasakan semburan demi semburan air cinta dari kakaknya.
Hampir 10 kali penisku menyemburkan sperma begitu nikmatnya, kutahan sebentar penisku menancap didalam, setelah puas ku tarik penisku dari lubang vagina Rita.

Ku duduk diantara kedua kakinya yang masih mengangkang dan benar dipenisku berlumuran darah perawan bahkan sampai kena kasurku.

Ku peluk adikku dari belakang “dek, maafkan kakak tadi memasukkannya agak keras, Adel mau maafin kakak kan?”

“Iyaa kak tapi nanti pelan-pelan sakit tauu…!!! ” Dicubitnya pinggangku.

“Iyaa bawelll…”

Kami pun tidur tanpa busana saling berpelukan ditemani hujan yang deras.

Sunday, May 10, 2020

Akhirnya Kesampean Ngentotin Tante Sombong


KASIR4D - Udara pagi ini terasa sejuk sekali, seakan menyambut baik datangnya hari Minggu ini. Secerah wajah tante Jessica yg tengah bercengkrama dengan bunga bunga ditaman. Meskipun nampak angkuh, namun kecantikan wajahnya tak dapat disembunyikan.

Aku baru saja selesai mandi dan berniat ngeteh diteras rumah sambil mnghirup udara pagi yg segar. Akan tetapi mataku melihat tante Jessica tengah asyik menikmati keindahan bunga ditaman depan rumah. 

Dengan gaya ala petani bunga Cibodas, tante Jessica nampak srius mmperhatikan tanaman itu.

” Pagi tan ” sapaku. ” Hmm… ” balasnya tanpa berpaling dari rumpunan bunga. ” Mau aku buatin minum nda tan!? ” tanyaku lagi setengah menawarkan jasa. ” Nda usah!! ” jawabnya juga seraya membelakangiku. Aku tak melihat tante Ratih, Hendri ataupun Hanny pagi ini. ” Ach, pada lari pagi kali? ” fikirku dalam hati. Agen Togel

Aku kmbali mmperhatikan tante Jessica yg mmblakangiku. Mulai dari betisnya yg putih mulus mskipun nampak kurus, pahanya yg lebih mulus dari betisnya, bokongnya meskipun trbalut clana pendek, namun trlihat jelas lekukannya. ” Coba dia bisa aku tiduri sperti tante Ratih ya? ” gumanku dalam hati. 

Belum habis lamunanku,tiba tiba kulihat tubuh tante Jessica trhuyung lemah ingin trsungkur. Dengan cepat aku mloncat dan mmegangi tubuhnya yg nyaris trsungkur itu, mninggalkan sisa lamunan cabulku. Togel Online

Kurangkul tubuhnya yg mulus dan trlihat lemas sekali. “Ga papa kan tan??” tanyaku penuh rasa khawatir, sraya mmapah tubuh tante Jessica. “Kpalaku trasa pusing Fad” jawab tante Jessica lemah. “Ya udah, istirahat aja didalam” saranku sambil terus memapahnya ke dalam rumah. “Akhirnya aku bisa mrangkulmu Vone” ucapku dalam hati. Ada sjuta kebahagian dihatiku karna mampu mrangkul tubuh si angkuh trsebut.

Stelah brada didalam rumah, dengan perlahan kududukan tante Jessica disofa ruang tamu. Dengan mnarik nafas tante Jessica duduk dan brsandar pada sandaran sofa. Stelah itu aku melangkah mninggalkannya sendiri. Tak brapa lama aku kembali dngn sgelas air hangat dan mnghampiri tante Jessica yg tengah brsandar disandaran sofa. “Minum dulu tan, biar enakan!” ujarku sambil mnyerahkan gelas brisi air hangat yg kubawa. Tante Jessica pun mminum air hngt yg kuberikan. “Makasih ya Fad” ucapnya lemah sambil mletakan gelas dimeja yg ada didepannya.

“Kpalanya masih pusing ga tan!?” tanyaku. Tante Jessica hanya mnganggukan kpalanya. “Mau dipijatin ga!?” tanyaku lagi. “E, em” jawab tante Jessica prlahan seakan tengah mnahan sakit. Aku pun sgera memijat mulai dari kpalanya dngn prlahan lahan, kmudian dahinya yg dia bilang mrupakan pusat rasa sakitnya. “Wah, knapa tante Fad!?” tanya Hanny yg baru saja pulang. “Tadi si tante hampir jatuh, kpalanya pusing Hanny!” jawabku. ” Trlalu capek kali!? ” ujar Hanny sambil mlangkah kedapur. 

“Dah aga mndingan Fad” jelas tante Jessica dngn mata terpejam, menikmati pijatan pijatan jariku. Terasa hangat dahinya brsamaan dngn rasa hangat yg menjalari tubuhku. Harum aroma tubuh tante Jessica trasa mnusuk kedua lobang hidungku. Mmbuat aku ingin lebih lama lagi memijat dan dekat dngnnya.

“Masuk angin kali tan, dahinya aga anget ne!? ” jelasku, brupaya memancing agar niatku tercapai. “Iya kali? “ujarnya pula, seakan mngerti akan arti ucapanku. Membuatku makin brani lebih jauh. “Mau dikerikin ga!?” tanyaku dngn penuh haraf kepadanya. “Memang kamu bisa!?” tante Jessica balik bertanya. 

Membuat hatiku trasa brdebar tak karuan. “Ya bisa… ” jelasku dngn cepat, takut tante Jessica brubah fikiran lagi. “Ya udah, tapi dikamar ya…, ga enak disini” pinta tante Jessica. Mmbuat hatiku brdebar makin cepat. Dengan prlahanku papah dia mlangkah mnuju kamarnya. Akupun brusaha untuk menahan dan menenangkan hatiku. Yang mulai dirasuki niat dan fikiran kotorku.

Setelah brada didalam kamar, kusarankan agar dia istrahat diranjangnya. Tante Jessica pun mrebahkan tubuhnya sraya brnafas panjang. Seolah olah ada beban berat yg dibawanya. Aku sgera brlalu mngambil obat gosok dan coin untuk mengerik tubuh tante Jessica. Stelah kudapati smua yg kubutuhkan, aku kembali mnghampiri tante Jessica yg tengah menanti. Dengan mmbranikan diri aku memintamya agar dia mlepaskan pakaian yg dipakainya. Dia pun prlahan melepaskan pakaian atau baju yg dipakainya. Shingga tante Jessica kini hanya mngenakan bra yg brwarna pink dan clana pendek saja. 

Ada getaran hangat mnjalari sluruh tubuhku, saat menyaksikan tante Jessica mmbuka bajunya. Hingga mmbangunkan kjantanan dan hawa nafsuku. Yang memang telah mngendap dibenakku sejak awal, ketika memprhatikan dia ditaman.

Dengan prasaan yg tak mnentu dan dibayangi nafsu dibenakku. Akupun mulai mngusap-usap punggung mulus yg membelakangiku, dngn hati hati sekali. “Tali branya dibuka aja ya tan??” pintaku pnuh haraf sambil trus mngusap dan mengerik punggung bagus dihadapanku. 

“Iya… ” jawabnya lirih. Menahan kerikan dipunggungnya, entah sakit atau geli aku tak tau. Yang pasti tanganku sgera melepaskan kait tali branya, sehingga mmbuat branya mlorot mnutupi sbagian payudaranya yg bulat dan berisi. Sperti payudara milik gadis kebanyakan. Stelah tiada lagi penghalang dipunggungnya, akupun membalurinya dngn minyak gosok. Dan jari jemarikupun menari mmbentuk garis dipunggung tante Jessica.

Sambil sekali kali mataku melirik kearah payudaranya yg brusaha ditutupi dngn bra dan kedua tlapak tangannya. Tapi hal trsebut mmbuatku smakin terangsang didorong rasa pnasaran yg tramat. Smentara tante Jessica hanya trdiam sraya mmejamkan matanya yg bulat dan indah. ” Pelan pelan ya Fad!? ” pintanya masih dngn mata yg trpejam. Tiba tiba pintu kamar prlahan terbuka, nampak Hanny tengah brdiri dimuka pintu. “Tan aku mo kerumah tman dulu ya!?” ujar Hanny brpamitan sraya matanya mlirik kearahku. “Iya Hanny… ” balas tante Jessica tanpa brpaling kearahnya. Kmudian scara prlahan Hanny mnutup pintu kembali dan brlalu pergi.

Jari tanganku mulai nakal trhadap tugasnya, jariku trkadang nyelinap dibawah ketiaknya brusaha meraih benda yg bulat dan padat brisi yg ditutupinya. Tapi tangan tante Jessica terkadang brusaha mnghalanginya, dngn merapatkan pangkal lengannya. “Jari kamu nakal ya Fad!? ” ucap tante Jessica stengah berbisik seraya mlirik ke arahku. Membuatku trsipu malu. “Habis ga kuat sich, tan…” jawabku jujur. Tapi tante Jessica malah melepaskan branya shingga kini payudaranya nampak polos tanpa plindung lagi.

Dan langsung menjadi santapan kedua mataku tanpa brkedip. Langsung mmbuat hatiku brdebar debar mnyaksikan pemandangan trsebut. “Sekarang bisa kamu plototin sampe puas dech!!” ujar tante Jessica tak lagi mnutupit buah dadanya dngn kedua tlapak tangannya lagi. Jantungku trasa bgitu cepat brdetak dan mmbuat lemas sluruh prsendianku. Kontolku brlahan tapi pasti mulai brdiri tegak mngikuti dorongan hasratku.

“Memang dah selesai ngeriknya Fad!?” tegur tante Jessica mngingatkanku. Mmbuat aku sgera mlanjutkan prkerjaanku yg trtunda sesaat. Hampir sluruh bagian belakang tubuh tante Jessica telah kukerik dan brwarna merah brgaris garis. Hanya bagian bokongnya yg luput dari kerikanku karna trhalang dngn clana pendek serta CD yg dikenakannya. Tapi belahan bokongnya telah puas kuplototin.

Akhirnya pekerjaanku selesai juga. Kemudian dngn prlahan jari jariku memijati pundaknya. Tante Jessica mnundukan kpalanya, sekali sekali trdengar suara dahak dari mulutnya. “Sudah Fad!” printahnya, agar aku mnyudahi pijatanku.

Dengan prasaan malas akupun mnghentikan pijatanku dan sgera mmbrsihkan sisa sisa minyak dikedua tlapak tngnku. ” Cuci tanganmu dulu biar bersih sana!!” pinta tante Jessica skaligus printah. Akupun branjak pergi kekamar mandi yg memang ada didalam kamar trsebut. Stelah usai mncuci sluruh tanganku hingga bnar bnar bersih. Akupun kembali menghampiri tante Ivon yg tengah telentang diatas ranjang masih dngn keadaan sparuh bugil. Sperti saat aku tinggalkan kekamar mandi. Hingga payudaranya yg bulat dan brisi nampak mmbusung besar didadanya, dngn puting yg brwarna coklat susu. “Ayo Fad, kamu mau mainin ini kan!?”. “Aku juga mau kok!?” ucap tante Jessica sambil mremas salah satu payudaranya hingga putingnya mnonjol kearahku. Akupun mndekat mnghampirinya dngn perasaan nafsu. Membuat kontolku kian brdiri dan mngeras kencang dibalik clanaku.

Akupun tak mnunggu lebih lama, sgeraku remasi payudaranya yg mnantang. Tante Jessica brgelinjang saat tlapak tanganku mndarat dan meremas kedua payudaranya. ” Achh.., iya Fad trussss ” rintihnya prlahan. Jari jemariku kian liar mremasi sluruh daging bulat yg padat brisi. JariQ juga memainkan putingnya yg mulai mngeras. ” Iya,.., ayo diisep Fad.., aaaayooo “pinta tante Jessica dngn nafas tak tratur. 

Akupun sgera mnjilati dan mengisapi puting payudaranya. “Aduhhh…, enaaaak, trusss….” desah tante Jessica sraya mmegangi kpalaku. Aku smakin brnafsu dngn puting yg kenyal sperti urat dan mnggemaskan. Smentara tante Jessica smakin mndesah tak karuan. Tangan kananku meluncur kearah slangkangan dibawah pusar, trus mnyusup masuk diantara clana dan CD tante Jessica. Hingga jari jariku trasa mnyentuh rumput halus yg cukup lebat didalamnya. Tante Jessica mmbuka pahanya tak kala jari tlunjukku brusaha masuk kedalam lobang yg ada ditengah bulu bulu halus miliknya. “Aowww…” jerit kecil tante Jessica saat tlunjukku brhasil memasuki lobang memeknya. Dia pun mnggeliatkan tubuhnya penuh gairah nafsu. Smentara kontolku smakin mngeras hendak kluar dari bahan yg mnutupinya.

Cukup lama jari telunjukku kluar masuk didalam memek tante Jessica, hingga lobang itu mulai trasa basah dan lembab. Sampai akhirnya tangan tante Jessica menahan gerakan tanganku dan mminta mnyudahinya. “Aaaachhh.., udaahhh., Faddh.., aaachh” rintih tante Jessica. Akupun menarik tanganku dari balik clananya dan mlepaskan putingnya dari mulutku.


“Buka pakaianmu dong, Fad!!” seru tante Jessica seraya bangkit dan mlepaskan clana pendek serta CDnya. Shingga dia bugil dan nampak rumput hitam ditengah slangkangannya yg baru saja ku obok obok. Akupun mlepaskan smua pakaianku dan bugil sperti dirinya.

Dengan senyum manis kearahku, tante Jessica mendekat dan brjongkok tepat didepan slangkanganku. “Aouw, gede banget..!!” seru tante Jessica sraya tlapak tangannya mraih kontolku yg telah brdiri dan keras. Dngn tangan kanan dia mmegang erat batang kontolku, sedangkan tlapak kirinya mngelus elus kpalanya. Hingga kpala kontolku trasa brdenyut hangat. Kmudian dimasukan kontolku kedalam mulutnya sraya matanya mlirik ke arahku. “Agghhh… “aku mlengguh tak kala sluruh kontolku tnggelam masuk kedalam mulutnya. Darahku brdesir hangt mnjalari sluruh urat ditubuhku. Aku hanya dapat memegangi kpala tante …

…Jessica, mremas serta mngusap usap rambutnya yg ikal sebahu. Smentara tante Jessica smakin liar, sbentar mngulum dan mngemud seakan dia ingin melumat sluruh kontolku. Trnyata dia lebih buas dari tante Ratih. Trkadang dia mnjilati dari batang hingga lobang kencing dikpalanya. ” Aaaaaaa… ” erangku menahan rasa nikmat nan tramat. Trasa tubuhku melayang jauh tak menentu.

Entah brapa lama tante Jessica mngemut, mnjilat dan mngulum kontolku. Yg jelas hal ini mmbuat tubuhku brgetar dan hampir kejang. ” Gantian dong tan, aQ juga mau jilatin memekmu! ” rengekku, hampir tak mampu mnahan nafsuku. Ingin rasanya memuntahkan keluar sebanyak banyak. Agar tante Jessica mandi dngn air maniku.

Tante Jessica sgera bangkit brdiri meninggalkan kontolku yg masih brdiri tegak. Kmudian aku mminta agar dia duduk dikursi tanpa lengan yg ada. Akupun brjongkok mnghadap memeknya yg dihiasi bulu lebatnya. Kedua kaki tante Jessica trtumpu pada kedua bahuku. Maka mulutku mulai mnjarah memek yg tlah mnganga terkuak jari jemariku, hingga nampak jelas lobang memek yg brwarna merah dan lembab. 

Lidahku pun mulai mnjelajahi dan mnjilati lorong itu. “Aaaaowwh…, aaaa…, iyyyaaa.., trussss, aassstttssh” desah tante Jessica saat lidahku brmain mnjilati lobang memeknya. “Aduuuhh,…, truuusss, lebihhh daallaaamm, aaah,… enaaakhh, agh, agh, aghhhh” rintihnya pula sambil mremas dan mnjambaki rambut dikpalaku. Lidahkupun smakin liar dan brusaha masuk lebih dalam lagi. 

“Aaaaghh,.., gilaaaa…, enaaaksss,.., ubss,.., aaaaachghhh” suara tante Jessica tak karuan. Lidahku brhenti mnjilati dinding lobang memek, kini brpindah pada daging mungil sbesar biji kacang hijau. Ku jilati itil yg brwarna merah dan basah dngn air mazinya dan air liurku.

“Aughh…..” suara tante Jessica sperti tersedak sambil mrapatkan kedua pahanya, hingga mnjepit leherku, ketika ku isap itilnya. ” Aaaaa.., auwghhh…., yaaaaa ” ucap tante Jessica lirih. ” Udahhh…, Fad…, udddaah Faadd ” rengek tante Jessica sraya mndorong kpalaku dngn kakinya yg trkulai lemas dibahuku. 

Akupun mlepaskan isapan mulutku pada itil tante Jessica dan bangkit brdiri dihadapannya dngn kontol yg masih tegak dan keras. Kemudian mminta tante Jessica agar bangkit dari duduknya. Kini aku yg mnggantikan posisinya duduk dikursi.

Tante Jessica naik keatas pahaku dan tubuhnya mnghadap kearahku, hingga tubuh kami saling brhimpitan. Kmudian tante Jessica mmbimbing kontolku masuk kelobang memeknya dngan jarinya. ” Aagghhsss.. ” rintih kecil tante Jessica ketika kontolku masuk menusuk memeknya. Tak lama kmudian bokongnya mulai turun naik, mngesek gesek kontolku didalamnya. Aqpun mngimbanginya dngn mmegangi pinggulnya mmbantu bokongnya turun naik. ” Aachhh.., yaaaa, oohhh, enaaak Fadd “. ” Auwwghhh…., aaaaaa…, oohhhh, yaaa ” racau tante Jessica tak karuan jika tubuhnya turun mnenggelamkan kontolku dimemeknya. 

” Aauwww, aku ga tahan ne Fadd,…, aaaauwww, yessss ” rintih tante Jessica sraya mnggerakan bokongnya dngn cepat. Akupun mmbalas reaksinya, dengan melumat lagi payudaranya 

.”Aaaaaawhhh……..”erang tante Jessica sambil mnekan bokongnya lebih rapat dengan slangkanganku. Akupun mengejang mnahan tekanan bokong tante Jessica. “Aaaachhhh…….” akhirnya aku tak mampu lagi mmbendung cairan kental dari dalam kontolku. Kamipun saling brpelukan dngn erat beberapa saat dngn brcampur peluh masing masing.

Stelah cukup lama kami brpelukan, kamipun bangkit dngn malas, enggan branjak dari suasana yg ada. Stelah itu kamipun mandi mmbrsihkan tubuh kami masing masing yg basah dngn peluh syurga.

Akhirnya aku bisa menidurimu dan menaklukan keangkuhanmu Jessica CaLya.